RSS

HURT ME

"HURT ME"


Author : Hwang Sung Ji

Main Cast    :
*     Oh Xiuri (OC)
*     Kim Min Seok a.k.a EXO Xiumin

Other Cast :
*     Park Boom a.k.a Boomi
*     Xiuri Eomma

Genre : Sad, Happy, Romantic

Length : Oneshoot

NB: Jangan dikomentarin ya!!!!! :D , maklum saya masih amatiran maaf typo, gaje bertebaran dimana mana :D


Gadis manis bermarga Oh ini tengah menikmati alunan music melalui airphone, matanya terpejam, bibir mungilnya bergerak mengikuti alunan lagu. Wajahnya damai, mungkin banyak pria yang jatuh hati padanya ketika melihat pesona dirinya yang tengah bersandar di bawah pohon taman belakang sekolahnya. Dia tak menyadari bahwa seorang pria telah duduk manis disampingnya.
 “ Wuusssshhh” pria ini meniup pipi Xiuri hingga membuatnya terlonjak kaget.
“ Yak…. Kau!!!  Ishhh “ Xiuri melepaskan airphonenya dengan kesal.
“ Ahahaha, kyeopta” Pria berwajah hamster ini menyubit pipi Xiuri.
“ Aishh, ya Xiumin, mengapa kau selalu menggangguku?” Xiuri memukul Xiumin dengan kepalan tangannya.
“ Arrghh, appo…. Xiuri…. Mian mian mian” Xiuri menghentikan aktivitasnya dan mengembungkan pipinya.
Xiumin dan Xiuri adalah sepasang sahabat (ingat SAHABAT bukan KEKASIH :P).  Mereka berteman sejak kecil mulai dari TK hingga SMA. Mereka juga tetangga, maka tak jarang bila mereka menghabiskan waktu bersama disalah satu rumah mereka.
“ Kau tahu?  Hari ini aku senang sekali” ujar Xiumin sambil merangkul Xiuri
“ Arra, aku sudah tahu dari wajahmu. Wae? Apa ini soal Boomi? “ ucap Xiuri, Xiumin mengangguk semangat.  Xiuri menghela nafas berat.
“ Ne. Tadi aku bertemu dengan boomi, dia tengah kesusahan membawa buku-bukunya, dan itu sebuah kesempatan buatku untuk dekat dengannya, langsung saja aku membantunya. Dan kau tahu, dia mengajakku makan siang sebagai ucapan terimakasihnya” ujar Xiumin panjang lebar.
“ Lalu? Apa kau menerimanya? Atau menolaknya” Tanya Xiuri penasaran.
“ Yak kau PABO!!!! Tentu saja aku menerimanya “ Xiumin menggetok kepala Xiuri. Xiuri mengusap kepalanya yang berdenyut sakit akibat ulah Xiumin.
“ Kau benar-benar menyukainya?” Xiuri menatap mata Xiumin.
“ Ne, aku benar benar meyukainya, kau lihat senyumnya, matanya, wajahnya ahhhh benar-benar membuatku gila “ Xiumin tersenyum sambil membayangkan wajah Park Boomi, gadis yang tengah berhasil memikat hatinya. Xiuri tersenyum pahit.
“ Andai kau tahu kalau aku menyukaimu” batin Xiuri.

            Bel sekolah berbunyi, menandakan seluruh pelajaran telah usai, dan siswa di perbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing :D .
“ Xiumin!!!!” Panggil Xiuri ketika melihat Xiumin keluar dari kelasnya. Ya memang mereka berdua tidak satu kelas. Xiuri berlari mendekati Xiumin.
“ Kita jadi pulang bareng kan?” Tanya Xiuri dengan mata berbinar.
“ Ahhh mianhae, aku ada janji dengan Boomi, kau lupa? Dia kan mengajakku makan siang hari ini” tolak Xiumin.
“ Ah ne, aku lupa” Xiuri mencoba tersenyum, walaupun itu adalah senyum paksa.
“ Aku pergi “ Xiumin mengusap rambut Xiuri sebelum meninggalkannya.
“ Sampai kapan aku berpura-pura seperti ini Tuhan” lirih Xiuri dalam hati. Xiuri menatap punggung Xiumin yang perlahan-lahan menghilang dari pandangannya,  tangannya mencengkram kuat dadanya solah-olah itu bisa menguatkan hatinya.

Xiuri sedang menatap langit-langit kamarnya, kedua tangannya tengah menggenggam sebuah figura. Mata bulatnya menerawang jauh di sana. Dia meratapi nasib percintaanya.
“ Mengapa dia tak peka sama sekali dengan persaanku ini?” Tanya Xiuri dengan dirinya sendiri.
“ Apa kau tak tahu kalau aku mencintaimu? Huh? “ Xiuri kini bertanya pada sebuah foto dirinya dan Xiumin ketika di Sungai Han.
“ Jebal, ini sungguh sakit” Xiuri menitihkan air matanya, jari-jarinya mengusap wajah Xiumin di foto itu. Ya dia menangis, menangis untuk orang yang tak pernah mencintainya.


“ Xiuri” panggil Xiumin. Mereka kini tengah berangkat sekolah bersama, mereka tak pernah memakai transportasi untuk kesekolah dengan alasan mereka labih suka berjalan kaki.
“ Hmm” Xiuri hanya menanggapi panggilannya dengan deheman.
“ Gwanchanha? Akhir-akhir ini kau terlihat murung” Xiumin menggenggam tangan Xiuri.
“ naega? Oh ne gwaenchanha” Xiuri melepaskan genggaman tangan Xiumin, kemudian melangkah mendahului Xiumin.
“ Ada apa dengannya?” Xiumin merasa kawatir dengan perubahan sikap sahabatnya ini.
“ Xiuri Awass” Xiumin menaraik Xiuri kepelukannya ketika sebuah mobil melaju dengan cepat kearah Xiuri. Sedangkan Xiuri kini tengah meringkuk ketakutan dalam dekapan Xiumin, tangannya mencengkram erat seragam Xiumin.
“ Gwaenchana?” Xiumin manangkup pipi Xiuri. Xiuri mengangguk pertanda bahwa dia baik-baik saja
“ Kau??? Mulai sekarang kau lebih berhati-hati, bagaimana tadi jika tidak ada aku. Aigo……… aku tak bisa membayangkan bagaimana kondisimu. Hei kenapa kau terdiam saja? Dengarkan nasihatku, dasar yeoja nakal, bandel, kau sangat ceroboh. “ Xiumin terus mengoceh tidak jelas, tanpa dia sadari Xiuri tersenyum, dia senang melihat Xiumin yang cerewet ketika menghawatirkannya.
“ Sudahlah, kalau kau terus mengoceh seperti ini, kita tidak sampai-sampai ke sekolah” Xiuri menarik tangan Xiumin. Xiumin tidak menolak, dia justru senang ketika Xiuri menggenggam tangannya.
“ Xiuri” Xiumin berlari kea rah Xiuri yang sedang makan siang di kantin sekolah.
“ mwo? Aishh, kenapa kau selalu mengagetkanku?” Xiuri menggetok kepala Xiumin
“ eheheheh molla, aku senang saja meliahatmu terkejut “ ujar Xiumin dengan senyum konyolnya.
“ Wae? Ada apa?” Xiuri melanjutkan makannya.
“ Ani, aku hanya ingin mengajakmu ke Sungai Han, ahh sudah lama sekali kita tak ke sana, jadi pulang sekolah nanti datang lah ke Sungai Han, aku rindu dengan kebersamaan kita seperti dahulu. Emmm… kita akan mengulang kebersamaan yang sudah tak kita lakukan selama ini. Ok!!!!!” ujar Xiumin panjang lebar. Xiuri berpikir sejenak.
“ Geurae “ Xiumin tersenyum puas.
“ Ahh Geuraepuna, aku tunggu kedatanganmu nanti ” Xiumin berjalan meninggalkan Xiuri yang masih sibuk menghabiskan makanannya.
“ Apa ini mimpi?” Xiuri mencubit pipinya sendiri
“ ashh appoya” Xiuri mringis kemudian tersenyum, mungkin orang yang melihatnya saat ini akan mengira dia sudah gila.


Xiuri POV

Hari ini aku senang sekali, entah bagaimana aku mengungkapkan perasaanku saat ini. Aku berjalan pelan di sekitar Sungai Han, aku membayangkan hal apa saja yang akan aku lakukan bersama Xiumin nanti. Ahhh, ini seperti sebuah drama, hatiku berdegup kencang mengingat senyum Xiumin yang berhasil membuat aku merona ketika melihatnya. Aku melihat suasana di sekililing Sungai Han ini, cukup bagus tidak terlalu ramai. Ya aku memang tidak suka keramaian. Aku melihat jam yang melingkar di tanganku.
“ Apa dia terjebak macet, kenapa lama sekali” Xiuri meniup poninya
“ Geundae, bukankah dia jalan kaki? Tidak mungkin dia terjebak macet” Xiuri menghentakkan kakinya dengan kesal. Karena lelah Xiuri pun duduk di salah satu bangku sambil menunggu kedatangan Xiumin.
Xiumin POV

“ Aigoo dasar guru menyebalkan, dia tak tahu apa kalau akua punya janji dengan Xiuri” Aku menggurutu kesal karena guru killerku memberikanku hukuman karena ketahuan bolos dari pelajarannya. Aku membuka dua kancing dari seragamku. Ahhh, ini sungguh gerah. Ku gulung lengan seragamku berharap rasa gerahku cepat hilang.
“Drrttt…………… Drtt”
Author POV
“ Yeoboseyo?”
“ Xiumin oppa” ujar gadis di sebrang sana
“ Boomi, wae?”
“ Oppa, bisakah kau menemaniku shopping?” Tanya Boomi
“ Ah ne, kau sekarang di mana? Aku akan segera kesana” (Hei Xiumin apa kau lupa kalau kau sedang ada janji dengan Xiuri. Ahh dasar nappeundo.)
“ aku sekarang ada di parkiran sekolah. Palli, aku menunggumu” Xiumin dengan segera menuju ke parkiran sekolah, dia tak mau membuat boomi kecewa karena lama menunggunya. Hei, lalu bagaimana nasib Xiuri yang kini tengah menunggunya di Sungai Han?? Dia benar-benar telah melupakan Xiuri.

Jam sudah menujukkan pukul 7 malam, namun Xiuri tetap dengan sabar menunggu kedatangan Xiumin.
“ Neo!!! Jinja, huh apa kau lupa kita ada janji?” Xiuri menggurutu kesal karena Xiumin tak menampakkan batang hidungnya.
“ Apa kau sakarang sedang bersama Boomi?”
“ Ahhhh Xiuri-ah, apa yang kau pikirkan? Kau harus berpikir positif, dasar Pabo” Xiuri memukul kepalanya sendiri.


“ Apa oppa lelah?” Tanya Boomi pada Xiumin. Mereka kini tengah berada di salah satu cafĂ©.
“ Ahhh ani, justru aku senang bisa menemanimu” ujar Xiumin dengan senyum manisnya.
“ Gomawo oppa”
“ oh ya , mengapa kamu membeli baju sebanyak ini? Baju laki-laki pula” Tanya Xiumin heran
“ ah ige, aku membeli semua ini untuk namjacinghuku, besok dia akan pulang dari Amerika, karena ukuran badannya sama seperti oppa, makannya aku mengajak oppa berbelanja untuk mengukur agar baju yamg kubeli pas untuk dia” jelas Boomi. Xiumin terdiam kaku, hatinya bagaikan tersambar petir ketika mendengar bahwa Park Boom telah memilki namjacinghu.
“ Boomi-ah ahh aku pergi dulu ne” Xiumin berlari meninggalkan Boomi yang masih menatapnya dengan bingung.


“ Pabo! Pabo! Arghhh” Xiumin menendang kaleng yang berada di jalanan.
“ Benar-benar menyedihkan diriku ini” Xiumin mengusap wajahnya dengan kasar.
“ Xiuri? “ Xiumin baru teringat janjinya dengan Xiuri. Tanpa ba-bi-bu Xiumin berlari menuju Sungai Han
“ Xiuri mian….”


“ Neo? Kau berbohong Xiumin, kau jahat” Xiuri menangis, tangannya menggenggam erat es krim yang dibelinya tadi untuk Xiumin.
“ Mengapa kau lakukan ini padaku?” Tanya Xiuri lirih. Dia benar-benar sakit hati, dia tak menyangka sahabatnya akan setega ini.
“ hiks… hiks…. Aku benci kamu, Arrghh….. ” Xiuri melempar es krim itu kemudian berjalan gontai  meninggalkan Sungai Han .
Tak berapa lama kemudian Xiumin telah tiba di Sungai Han, tepat di depan tempat duduk Xiuri selama menunggunya.
“Xiuri….. “ Xiumin berterik memanggil Xiuri berharap Xiuri masih di sekitar Sungai Han.
“ Xiuri eodiseo?” Xiumin mencari Xiuri di seluruh penjuru Sungai Han, namun sayang dia tak menumakannya
“ Xiuri….. Oh Xiuri…….. eodiseo?” Xiumin berteriak lebih kencang lagi. Xiumin melihat jam yang telah menujukkan pukul 9 malam.
“ aku benar-benar bodoh telah membuatmu lama menungguku” Xiumin menyesali perbuatannya. Dia benar-benar takut jika Xiuri membencinya dan meninggalkannya.
“ mianhae, mianhe Xiuri….. jeongmal mianhae “ Xiumin terduduk lemas


“ Xiuri “ Xiumin memanggil Xiuri yang tengah berjalan di koridor sekolah. Xiuri menoleh kearah Xiumin, namun dengan cepat dia mengalihkan pandangannya dan meneruskan jalanya tanpa menghiraukan Xiumin yang terus memanggil-manggil namanya.
“ Xiuri… cankam “ Xiuri mempercepat langkahnya, sungguh dia sangat membenci Xiumin. Xiumin? Tentu saja dia tidak tinggal diam, dia berlari mengejar Xiuri. Mereka tidak sadar, bahwa mereka kini telah jadi pusat perhatian para siswa di sekolahnya.
“ Xiuri dengarkan aku” Xiumin berhasil menarik tangan Xiuri.
“ Ani, lepaskan aku “ Xiuri menghentakkan tangan Xiumin, namun dengan cepat Xiumin berhasil meraih tangannya kembali
“ Jebal, dengarkan aku “teriak Xiumin sambil mencengkram erat bahu Xiuri.
“ Arghh appoya hiks …. Jebal lepaskan aku “ Xiumin yang tak tega melihat Xiuri kesakitan dengan segera melepaskan cengkramannya.
“ Uljima….  jebal uljima “ Xiumin berusaha menghapus air mata Xiuri, namun sayang Xiuri menepisnya dan berlari menuju kelasnya.



           
            Kegiatan pembelajaran telah usai, Xiuri membereskan buku-bukunya. Saat Xiuri hendak keluar dari kelasnya dia melihat Xiumin tengah berdiri tepat di depan pintu kelasnya. Xiuri membuang nafas dengan berat, dia harus menguatkan hatinya, kali ini dia tidak boleh lemah. Dengan penuh keyakinan Xiuri melangkah keluar tanpa menganggap keberadaan Xiumin.
“ Hajiman “ Xiumin menghadang langkah Xiuri. Xiuri menatap Xiumin dengan penuh kebencian
“ jebal mianhae”
“ Shiro!!! minggir !!!” Xiuri mendorong tubuh Xiumin dan berlari meninggalkannya.
Saat Xiumin hendak mengejar Xiuri, langkahnya tertahan karena seseorang telah memanggilnya
“ oppa “ Boomi bergelayut manja di lengan Xiumin
“ Mian Boomi, aku mohon jangan seperti ini lagi “ Xiumin melepaskan tangan Boomi dan berlari mengejar Xiuri
“ Ya Oppa……  “


“ Eomma, apa Xiuri ada di rumah ?” Tanya Xiumin pada Xiuri eomma. Ya, kini Xiumin berada di rumah Xiuri. Xiumin telah terbiasa memanggil Xiuri eomma dengan sebutan ‘eomma’
“ ne, dia sedang ada di kamar, sejak kemarin dia murung, tadi malam dia pulang larut sambil menangis,hhh entah apa yang telah terjadi padanya “ Xiumin terdiam, dia mencoba mencerna penjelasan Xiuri eomma
“ Tunggu dulu, apa ini ada hubunganya dengan kalian?” Tanya Xiuri eomma. Xiumin bungkam.
“ Kalian bertengkar?” xiumin mengangguk lemah
“ Geurae, segera selesaikan masalah kalian. Oh ya, tolong antarkan makanan ini untuk Xiuri ya, sejak tadi siang dia belum makan, eomma ada urusan sebentar “ Xiuri eomma memberikan nampan berisi makanan kepada Xiumin. Xiumin tersenyum, dia tahu jika Xiuri eomma memberikan dia kesempatan untuk bertemu dengan Xiuri.
TOK TOK
Karena merasa tak direspon, Xiumin masuk ke kamar Xiuri tanpa izin.
“ Eomma, jebal tinggalkan aku sendiri “ Xiuri terlonjak kaget saat mengetahui bahwa bukan eommanya yang masuk melainkan Xiumin pria yang saat ini dia benci.
“ Ka….. ka!!!  “ Xiuri mengusir Xiumin. Hati Xiumin sakit ketika mendengar teriakan Xiuri. Dia baru menyadari bahwa dia sayang dengan Xiuri, ah ani lebih tepatnya CINTA. Xiumin sudah kehabisan kesabaran, tanpa persetujuan dia menempelkan bibirnya pada bibir Xiuri. Xiuri? Tentu saja dia memberontak, namun dengan sengaja Xiumin semakin menekan tengkuk Xiuri. Merasa Xiuri sudah tak memberontak lagi, Xiumin melepaskan ciumannya.
“ mian “ Xiumin menghapus air mata Xiuri.
Hiks hiks hiks
Xiuri terus menangis. Xiumin menariknya ke dalam dekapannya.
“ mianhae, jeongmal mianhae “ entah sudah berapa kali Xiumin meminta maaf, Author saja sampai bosan menulisnya :D (abaikan)
“ neo nappeun “ Xiuri memukul dada Xiumin dengan pelan.
“ pukul aku, pukul. Pukul jika itu dapat buat kamu memaafkanku ”
“ Dengarkan aku, aku tahu aku salah, aku jahat dan aku sungguh brengsek, geundae jebal, jangan membenciku “
“ Aku baru sadar kalau ternyata aku tidak mencintai Boomi, melainkan kau, kau yang ku cintai “ Xiuri menatap mata Xiumin mencoba mencari kebohongan. Namun nihil, yang ia temukan hanya tatapan kesungguhan. Apa Xiumin benar-benar mencintainya.
“ Saranghae “
“ Jeongmal? Andwe kau pasti berbohong” Xiuri membuang mukanya. Xiumin terkekeh melihat tingkah lucu Xiuri yang telah kembali.
“ Mau bukti?” Xiumin memberikan senyum evilnya
Xiumin perlahan mendekatkan wajahnya kearah Xiuri. Xiuri yang tahu maksud Xiumin segera menjauhkan wajahnya.
“ Yaaaaaa “ Xiuri beteriak sambil memukul wajah Xiumin
“ ah appo, appo Xiuri-ah “ Xiumin mendengus kesal
“ Geurae, aku percaya “ Xiuri mengucapkannya dengan malu-malu. Xiumin tersenyum puas.
“ Geundae, aku akan menghukummu karena kau telah mencuri ciuman pertamaku “ ucap Xiuri penuh dengan dendam. Xiumin membolakan matanya.
“ ah ta…. “ Xiumin terdiam ketika merasa bibirnya telah bersentuhan denggan bibir Xiuri. Hei apakah Xiuri mencium Xiumin? DAEBAKK.
“ SARANGHAE OH XIURI “
“ NADO SARANGHAE XIUMIN OPPA”

~~~ END ~~~~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS