When Our Love Came Suddenly
(chapter 2)
Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri
Main Cast :
Other Cast :
Genre : Sad, Happy, Romantic, Friendship, School
Life
Rating : PG-16
(LinDa POV)
Teeeett!!!~
“Belnya
sudah berbunyi? Kenapa cepat sekali? Padahal Ahn Songsaengnim baru masuk” aku
bertanya pada Suho.
“Jinjja?
Kau merasa ini cepat? Aku malah sebaliknya. Kau tau? Mapel yang diajarkan Ahn
Songsaengnim adalah mapel yang paling membosankan.” Suho mulai mempoutkan
bibirnya. Lucu, itu adalah hal pertama yang aku tau darinya saat dia mempoutkan
bibirnya pertama kali dihadapanku. Sepertinya…
Sepertinya…. Aku….
“ Annyeong “ sapa
seorang namja yang mirip seperti kartun larva. Dan dia berhasil membuyarkan
lamunanku. Aku hanya tersenyum canggung.
“ Ne ireumeun Oh Sehun
Imnida “ ujarnya dengan mengambil tanganku dan mengajak salaman dengan paksa.
Tanpa aku sadari bibirku menyunggingkan senyum. Ah apa aku menyukai namja
kartun ini? Aku segera melepaskan tanganku dari genggamannya yang cukup lama.
“ Ah ye, ne ireumeun Erlinda imnida” ucapku
dengan senyum semanis mungkin. Sehun menggaruk dahi lebarnya.
“ Aishh, mengapa namamu masih panjang?
Aku bahkan sulit mengingatnya” ujarnya. Aku
gelagapan, nama seperti itu masih
terdengar panjang? Ah apakah orang-orang korea daya ingatnya sangat rendah? Aku
meniup poniku dan menghela nafas sebentar.
“ Emm, kalau begitu panggil saja aku Lin Da”
Dia tersenyum sumringah sambil menggebrak meja hingga berhasil membuat aku dan
Suho terkejut.
“ Yak Sehun-ah bisakah kau bersikap
sewajarnya saja? Kau sangat berlebihan!!! ” teriak Suho seraya melempar Sehun
dengan buku tebalnya. Sedangkan Sehun hanya menjulurkan lidahnya. Aku menahan
tawa melihat sikap kekanak-kanakan mereka. Ahhh mungkin mereka adalah teman
yang menyenangkan nantinya.
(Author
POV)
“
Eonni…” panggil Ayu pada Lin Da yang sibuk mengikat rambutnya. Mereka kini
tengah berada di ruang ganti untuk mengikuti pelajaran olahraga. Lin Da yang
notabennya masih sibuk merapikan rambut dan bajunya tak mengindahkan panggilan
Ayu dia terus melanjutkan aktivitasnya. Lin Da masih kesal dengan Ayu soal tadi
pagi.
“ Yak eonni…. Apa kau tak mendengarkanku?” Ayu
mengguncang-guncangkan tubuh Lin Da namun tetap saja Linda tak bergeming sama
sekali. Linda keluar dari kamar ganti dan memasukkan seragamnya ke dalam loker
miliknya.
“
Apa kau marah denganku?” Tanya Ayu dengan memiringkan wajahnya yang membuatnya
semakin terlihat imut. Lin Da menutup lokernya dan berbalik untuk menuju
lapangan basket. Ayu tak kehabisan akal dia terus mengikuti kemana Eonninya ini
melangkah.
“ Mian….” Ayu berhenti tepat di depan Lin Da.
“
Neo? ahhh Jinja! Kau tahu kau telah mengurangi jatah waktu tidurku? Lihat!!”
Lin Da mengomel tak jelas sambil menunjukkan kantung matanya. Ayu hanya
terkikik dan kembali memasang muka melasnya untuk mempengaruhi Lin Da. Lin Da
yang tak tega dengan tatapan bersalah dari Ayu pun akhirnya luluh juga.
“ Ne, aku maafkan “ Ujar Lin Da malas. Ayu
tersenyum senang dan memeluk Lin Da erat, bahkan sangat erat hingga membuat
nafas Lin Da sesak.
“Yak! Kau mau membunuhku eoh?” Umpat Lin Da
mendorong Ayu dengan kesal.
“ Anni..” Ayu menjawabnya dengan sangat
singkat kemudian pergi mengambil bola basket dan memainkannya. Lin Da
menggerutu kesal.
“Cihh!!
Tadi saja memohon-mohon, sekarang???”
Lin Da mengambil bola basket dan mendriblenya dengan kuat dan keras sebagai
pelampiasan hingga tanpa ia sadara bola basket itu mental dan mengenai dahinya
sendiri.
“ Awww Appo…” rintihnya seraya mengusap-usap
dahinya. Ayu yang melihat kebodohan eonninya ini pun tertawa terbahak-bahak.
“ Kau sangat ceroboh” Ujar Suho yang entah
dari mana tiba-tiba berada di hadapan Lin Da. Suho menarik tangan Lin Da dan
membawanya pergi ke pinggir lapangan untuk mengoles dahi Lin Da dengan salep.
“
Ini untuk mencegah agar dahimu tidak memar” ujarnya dengan suara yang errrr
berat dan tegas. Lin Da menatap mata angelic suho.
“ Gomawo, Suho-shi” ujar Lin Da dengan
malu-malu.
.
.
“ Sepertinya Suho menyukai temanmu itu” ujar
Chanyeol pada Ayu yang sukses membuatnya melompat. Ayu menoleh pada Chanyeol
yang tengah memainkan bola basket di tangannya. Sejak kapan dia berada di belakang
Ayu.
“Ah..Jeongmallyo?” Ayu memandang kembali
eonninya dan Suho dengan curiga. Chanyeol berjalan ke samping Ayu lalu mencondongkan
tubunya dan mulai membisikkan kata-kata pada telinga Ayu.
“ Bagaimana kalau aku menyukaimu?” bisiknya.
Ayu membolakan matanya, jantungnya berdetak kencang, darahnya mengalir desir,
keringatnya mulai dingin. Mulutnya terbuka menampilkan wajah terkejutnya.
Chanyeol tertawa evil.
“Kyeopta…Hahahaha “ Chanyeol mencubit pipi chubby
Ayu dan menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.
“
Hei, lupakanlah! Aku hanya bercanda” Chanyeol mengusap surai rambut Ayu. Ayu
segera sadar dari wajah cengonya, Ayu menunduk malu, ternyata Chanyeol hanya
bercanda.
“ Mau main denganku?” tawar Chanyeol dengan
mengangkat bola basketnya.
“ Ah geundae..ige..aku tidak terlalu bisa main
basket” Ujar Ayu malu sambil menggaruk tengkuk lehernya.
“ Tenang saja, aku yang akan mengajarimu,
Otte??” Ayu mengangguk. Merekapun memutuskan untuk main basket bersama. Tanpa
mereka sadari siswa perempuan di sekolah itu menatap iri ke arah Ayu. Bahkan
tatapan mereka seperti tatapan membunuh.
Kantin,
disinilah Ayu dan Lin Da berada. Lin Da menaruh kepalanya di meja kantin,
matanya terpejam, mungkin dia kelelahan. Sedangkan Ayu kini tengah memakan
ddaeboki dengan lahap bahkan dia sama sekali tak meyadari bahwa eonninya kini
tengah tetidur pulas.
“ Eonni, ini enak sekali, kau harus
mencobanya” ujar Ayu tapi sama sekali tak di gubris oleh Lin Da. Karena
penasaran Ayu pun melihat ke arah Lin Da.
“ Ckckck…. Tidur rupanya. Apa dia sangat
kelelahan?” Ayu merasa bersalah karena telah membangunkan Lin Da pagi sekali
hingga membuatnya kekurangan tidur.
“ Ya eooni, bangunlah! Sebentar lagi jam
masuk. Ireona….” Ayu membangunkan Lin Da dengan cara menendang kakinya. Lin Da
mulai terusik dan mengucek matanya mencoba memfokuskan penglihatannya.
“ Kenapa kau selalu menggangguku? Tak puaskah
kau membuatku menderita huh?” Ujar Lin Da kesal dan meminum bubble tea yang
sempat ia diamkan selama ia tertidur tadi.
Tetttt
Tettttt (anggap bunyi bel masuk)
“ Kaja!” Ayu berdiri namun Lin Da masih duduk
manis dan memandang Ayu dengan wajah bodoh.
“ Pabo ya! kau tak dengar bel masuk berbunyi
eoh? “ Lin Da hanya menyengir tanpa dosa.
Kegiatan
belajar mengajar telah usai. Kini para siswa berhamburan pulang, ada yang
pulang ke asrama maupun rumah, kecuali para namja yang tergabung EXO ini.
Mereka tak langsung pulang, melainkan mereka pergi ke ruang latihan dance.
Ini
kebiasaan mereka, yap seperti yang dibahas sebelumnya. Mereka terkenal hebat
dalam urusan dance. Selain itu mereka juga hebat dalam vocal seperti D.O,
Baekhyun, Chen, dan Suho. Ada juga chanyeol yang mahir dalam urusan nge-rap dan
memainkan gitar. Kai, Sehun, Lay dan Xiumin yang sangat jago dalam urusan
dance. Bahkan Tao yang hebat dalam wushu, mereka juga tergabung dalam team
basket. Maka tak jarang bila para yeoja mengidolakan mereka.
“ Baekhyun, Chen kalian berisik sekali”
Chanyeol meluapkan kekesalnnya kerena ulah Baekhyun dan Chen yang teriak-teriak
tak jelas.
“ Ya
Chanyeol-ah dari pada kau marah tak jelas, bagaimana kalau kau bettle dance
denganku?” tawar Kai yang seolah-olah memgejek Chanyeol.
“ ouh, geurae siapa takut” Chanyeol menaruh
gitar kesayanganya berdiri dengan gagahnya. Dia sok merapikan seragamnya
seakan-akan menandakan bahwa dia siap bertarung.
“ Chanyeol? Kau yakin?” Tanya Xiumin dengan
wajah ragunya.
“ Apakah Chanyeol sudah gila? Tentu saja dia
nantinya akan kalah” bisik D.O pada Suho.
“ Dia selalu memberi kejutan di akhir. Lihat
saja nanti” jawab Suho dengan wajah yakinnya.
“ Ahh jebal, aku tak mau melihatnya” Xiumin
menutupi wajahnya dia tak kuat melihat nasib Chanyeol akhirnya. Sedangkan yang
lainnya mereka hanya terdiam mencoba menjadi penonton duel antara Kai dengan
Chanyeol.
“
Apa kau siap?” Tanya Kai evil. Chanyeol mengangguk mantap. Lay menghidupkan
music hip hop yang menandakan pertarungan mereka di mulai.
Ayu
dan Lin Da tengah berjalan di koridor sekolah, mereka pulang terlambat karena
mengurus daftar ulang mereka. Ayu menghentikan langkahnya ketika telinganya
mendengarkan sesuatu. Lin Da
memandang aneh Ayu. Ada apa dengan anak ini?
“ Kau dengar eonni?” Ayu menaruh telapaknya di
samping telinga untuk memperjelas pendengarannya. Lin Da menggeleng tak
mengerti dengan maksud Ayu. Saat dia hendak melanjutkan langkahnya tiba-tiba
Ayu menarik tanggannya dan membawanya lari kesuatu tempat.
“ Ayu yak! Apa yang kau lakukan?” Lin Da
menghempaskan tangan Ayu yang sudah berhenti. Ayu tak bergeming, dia menunjuk
sebuah ruangan. Lin Da menoleh tepat ke ruangan itu.
“ Dance room?” Ayu mengangguk antusias.
“ Yak, kau mau apa?” teriak Lin Da saat Ayu
mengendep-endap dan mengintip pintu ruang latihan dance. Mata Ayu berbinar
ketika melihat pemandangan yang sangat menajubkan. Para member EXO tengah
berada diruang itu, dan dapat dia lihat dengan jelas bahwa dua orang pemuda
tengah melakukan break dance dengan sangat exotic.
“ Wahh, daebak….. eonni yeogi!! palli..palli!!” Ayu melambaikan
tangannya mengisyaratkan Lin Da untuk ikut melakukan hal yang sama dengannya.
Karena penasaran Lin Da pun ikut mengintip kejadian apa yang telah terjadi di
ruang itu hingga berhasil membuat temannya terkagum-kagum.
“Bukankah
itu Chanyeol dan Kai?” Tanya Lin Da yang terus melihat Kai dan Chanyeol yang
tengah melakukan battle.
“ Bukankah mereka sangat keren?” Tanya Ayu
yang terus memandang salah satu pemuda berbadan tinggi dengan senyum lima
jarinya yang khas.
.
.
.
“
Sepertinya ada yang tengah mengintip kita” ujar salah satu member EXO
yang memilki senyum jokernya, Chen. Chanyeol menghentikan aktivitasnya dan
menengok ke arah pintu dimana terdapat dua yeoja berhimpitan mengintip mereka.
Kai melangkah menuju arah pintu itu.
“
Apa yang kalian lakukakan?” Tanya Kai pada Lin Da dan Ayu. Ayu membulatkan
matanya ketika melihat namja hitam sudah
berdiri tepat dihadapannya. Ayu meneguk salivanya dengan kasar.
“
Ahh Aniya, 1…2…3” Lin Da segera menarik tangan Ayu dan berlari. Kai hanya
memandang mereka heran dan menampilkan evil smirknya.
TO BE
CONTINUED…






