Hey Girl! I’m Yours!
(Chapter 2)
Author : Xiu Yu Ri
Main Cast :
Other Cast :
Genre : Romance, Happy, Friendship, Comedy, School
life
Ratting : PG+16
Length : Chapter
NB : Yaakk Bagus. Ini adalah fanfiction dimana Other
Cast lebih meraja lela dari pada maincastnya sendiri. Asli, itu pemain apa duit
bejibun gitu. Semua pemain adalah milik Allah semata dan lainnya kreasi author.
Udah lah cekidot aja. But WARNING! FULL banget sama typo, gaje, dan absurd yang
berterbangan kesana-kemari kaya kupu-kupu. Don’t Copy dan lainnya, karena saya
yakin anda juga memiliki imajinasi sendiri! Thanksss!!
(Baekhyun
POV)
“Chan
Seok ah, dimana putrimu kecilmu?” appa bertanya pada paman.
“Yaa!!
Putri kecilku sekarang sudah menjadi gadis mempesona. Bagaimana kalau kita
jodohkan dengan anakmu?” sepertinya ini akan menjadi hal menarik. Evil smirku muncul
dengan sendirinya.
“Chaagi, turunlah, ada yang ingin bertemu” Lee
Hi Ahjumma berteriak di bawah tangga.
Seorang gadis turun
dari atas, tapi gadis itu terlihat lebih tua dariku. Pasti bukan dia, bahkan
dia mungkin seumuran dengan Ri Sun noona. Di belakang yeoja itu ada seorang
namja yang sangat tinggi. Bahkan lebih dari tingginya menara Eiffel *bang Baek
lebay.
“Itu adalah Yonhee,
istri dari putraku.” Terang Chanseok Ahjussi yang melihat kebingungan appa.
Mungkin dia tau jika aku dan appa mengira itu adalah putri Ahjussi.
“Jinjjayeo? Aku tidak
mengira jika kita terlalu lama tidak bertemu. Bahkan pernikahan putramu aku
tidak tahu.” Sindir appa pada ahjussi.
“Hahaha, Myong Sun-ah.
Asal kau tau, kau saja yang tidak datang di pernikahan putraku tahun lalu.”
Ahjussi menyandarkan punggungnya pada sofa.
“Mungkin saat aku masih
di Kanada. Aigo, setidaknya kau mengirim surat pada kami.” protes appa. Astaga,
mereka benar-benar.
Mereka mulai bergabung
dengan kami. Kami terfokus dengan pembicaraan ini sampai akhirnya aku mendengar
hentakan sepatu yang lembut. Aku yakin jika putri Ahjussi sangat cantik. Dari
suara cara dia berjalan, dia adalah sesosok orang yang lemah lembut. Mungkin
wajahnya semanis Seohyun SNSD, atau secantik Yoona, bahkan mungkin setinggi
Sooyoung.
“Ini putri kecilku
Myongsun-ah. Bagaimana, dia sudah dewasa bukan. Hahaha” tawa Ahjussi
“Soo Jin-ah. Apa kau
masih mengingatku? Saat kita bertemu kau masih setinggi pinggang. Sekarang
lihatlah, kau bahkan lebih tinggi dariku. Hahaha” Appa ikut tertawa bersama
Ahjussi.
Tunggu dulu, apa mereka
bilang Soo Jin? Park Soo Jin? Tidak mungkin. Ini pasti kesalah pahaman, mungkin
dia adalah orang yang berbeda. Pasti bukan dia. Ya aku yakin!
“Baekhyun ah, ini putri
Ahjussi. Dia cantik bukan?” Appa melirik ke arahku. Seketika aku memandang
gadis itu.
“Kaaau!!!!!! Untuk apa
kau kesini hah???” teriak gadis itu.
“Kaa..ka..kau!! Soo
Jin-ah” ternyata dugaanku benar. Dia ada Soo Jin, Park Soo Jin. Yeoja
menyebalkan yang sehari-harinya hanya mencari masalah denganku. Astaga,
diantara semua yeoja yang ada di Korea. Kenapa harus yeoja galak ini yang
menjadi putri Chanseok Ahjussi, dan mereka ingin menjodohkan kami? Yang benar
saja.
(Soo Jin POV)
“Kaaau!!!!!! Untuk apa
kau kesini hah???” teriaku.
“Kaa..ka..kau!! Soo
Jin-ah” namja menyebalkan itu terbata-bata menjawabku.
Aku tidak menyangka
jika putra terkecil dari Myong Sun Ahjussi adalah Baekhyun. Tidak pernah
terlintas sedikitpun di pikiranku bahwa itu dia. Kenapa harus Baekhyun disaat
banyak sekali namja bermarga Byun di Negara ini. Namja yang benar-benar menjengkelkan.
“Chagi..apa menurutmu
mereka cocok?” aku mendengar Chanyeol oppa berbisik pada Yeonhee eonni. Yeonhee
eonni hanya tersenyum dan mengangguk sebagai tanda jika dia setuju dengan
perkataan oppa.
“Baiklah, jika kalian
sudah saling mengenal. Ini akan memudahkan kami untuk berbesan.” Appa tersenyum
lebar. Jangan-jangan mereka ingin menjodohkanku?? Andwaaeee!!
“Appa, apa maksudnya
berbesan?” perasaanku mulai tidak enak karena appa terus tersenyum dan tertawa bersama
Myong Sun Ahjussi.
“Ah..geurae, kalian
satu sekolah kan? Baekhyun bilang jika liburan sekolah kalian kali ini ke
Bali.” Ri Min Ahjumma yang sedari tadi hanya tersenyum mulai membuka kembali
pembicaraan yang sempat terhenti. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.
“Keugae, sepertinya aku
tidak ikut bibi. Aku ingin dirumah menjaga eomma karena appa dan oppa jarang
dirumah.” Kataku jujur padanya. Eomma membelai rambut panjangku.
“Tidak usah khawatir
Soo Jin-ah. Aku akan di rumah untuk menjaga eomma.” Yeonhee eonni berbisik
padaku. Untuk sebentar, perbincangan kami berhenti karena bibi Hwang berkata
jika makan malamnya sudah siap. Appa segera mengajak keluarga Byun untuk menuju
tempat makan.
Mereka sepertinya
merencanakan sesuatu. Tiba-tiba langkah mereka semua dipercepat ketika hampir
sampai di meja makan. Benar dugaanku, mereka merencanakan sesuatu. Mereka hanya
menyisakan dua kursi yang tempat duduknya bersebelahan.
“Eonni, bisakah aku
duduk disitu?” tanyaku sambil menyunggingkan bibirku. Eonni menggelengkan
kepalanya sebagai pertanda menolak permintaanku.
“Di sebelah Baekhyun
masih ada kursi, duduklah disana.” Perintah eonni padaku. Aku mulai berjalan
lemas menuju kursi di sebelah Baekhyun. Baekhyun yang sedari tadi menatapku
tajam, kini mulai membuang pandangannya.
(Baekhyun POV)
“Di sebelah Baekhyun
masih ada kursi, duduklah disana.” Perintah Yeonhee noona, aku mulai membuang
pandanganku.
“Baiklah, silahkan.”
Chan Seok ahjussi mulai mempersilahkan jamuan makan malam kepada kami. Aku
mulai memasukkan makananku ke dalam mulutku. Ternyata masakan Lee Hi ahjumma
benar-benar enak. Bahkan masakan eomma kalah dengan masakannya.
“Baekhyun-ah, kau
menyukainya? Semua ini Soo Jin yang memasak.” Perkataan Lee Hi ahjumma sukses membuatku
tersedak. Mataku membulat dengan sempurna karena itu. Aku langsung menoleh pada
yeoja di sebelahku.
“Mwo?? Kau terkejut?
Kau kira aku hanya bisa mengoceh saja?” Soo Jin menatapku sinis dan nada
bicaranya sedatar ekspresinya. Dia kembali memasukkan nasi yang ada di
mangkuknya ke dalam bibir kecil merahnya. Aku kembali memakannya dan tersenyum
pada mereka.
.
.
.
Aku kira dia hanya bisa
marah-marah saja. Setauku Soo Jin hanya yeoja pemarah dan manja. Aku tidak
mengira jika dia pandai mengolah bahan makanan. Bahkan terlintas di pikiranku
saja tidak pernah. Apa lagi yang bisa dilakukan yeoja ini?
“Yaa! Kau melamunkan
apa eoh? Kau pasti berpikir yadong!” tuduh yeoja yang sedari tadi aku lamunkan.
“Sudahlah, aku tidak
ingin mencari masalah denganmu! Untuk apa kau kesini?” aku mulai menghadap pada
pemandangan kota Seoul dari balkon atas rumah Soo Jin.
Dia menyodorkan segelas
minuman hangat padaku. Aku akui jika disini memang sedikit dingin, mungkin
karena angin malamnya. Apalagi ini adalah musim semi. Soo Jin berdiri di
sebelahku, aku bisa melihat bibirnya bergetar.
“Kau kedinginan?
Bibirmu bergetar.” Aku melihat ke arahnya. Aku bahkan bisa melihat asap yang
keluar dari bibirnya.
“Ani..aku tidak
kedinginan.” Sangkalnya. Bahkan orang yang tak punya otak pun juga tau jika dia
kedinginan. Dia terus menggosok-gosokkan tangannya pada lengannya. Hidungnya
sudah mulai memerah. Aku menaruh gelas yang diberikan Soo Jin di atas meja yang
terdapat di sampingku.
“Kk..kkau mau apa?”
kata-katanya mulai terbata-bata ketika aku berjalan ke belakangnya, dan
melepaskan jas hitamku yang sedari tadi menyelimuti tubuhku. Aku memakaikannya
pada Soo Jin yang sudah berbalik menhadapku.
“Jangan berpikiran
aneh. aku tidak akan macam-macam.” Kataku sambil memakaikan jasku padanya. Dia
memalingkan pandangannya ketika mata kami saling bertemu. Dia bisa malu
ternyata.
(Author POV)
Jantung Soo Jin
berdegup dengan kencangnya ketika tiba-tiba Baekhyun berjalan ke belakangnya,
dia pun berbalik menghadap Baekhyun yang sedang melepaskan jasnya. Baekhyun
memakaikan jasnya pada tubuh kecil Soo Jin dan sukses membuat pipi Soo Jin
memerah. Soo Jin segera mengalihkan pandangannya yang justru membuat Baekhyun
memunculkan smirknya.
“Heyy kalian!! Lebih
baik kalian masuk diluar dingin.” Oppa Soo Jin bernama Park Chanyeol memanggil
Baekhyun dan Soo Jin. Mereka pun
mengikuti perintahnya dan masuk ke dalam.
“Baekhyun-ah kita
sebaiknya segera pulang. Ini sudah terlampau malam.” Appa Baekhyun mengajaknya
kembali ke rumah mereka.
“Ini jasmu.” Soo Jin
hendak melepaskan jas Baekhyun yang tadi dikenakan.
“Kembalikan besok, bau
badanmu pasti sudah menempel pada jasku. Kau harus segera mencucinya, ne.”
Baekhyun tersenyum puas sambil berlari ke arah orang tuanya.
“Yaak!! Aissh!! Neo
Jinjja!!” Soo Jin menggeram kesal karena godaan Baekhyun tadi. Tidak lama
setelah itu, yeoja itu menyimpulkan sebuah senyum di bibirnya.
“Aku ingin memberitahu
pada kalian. Segera konfirmasi ke ikut sertaan kalian dan izin dari orang tua.
Aku akan membagikan selebaran ini, dan besok siang sudah harus ada di mejaku.”
Han songsaengnim masuk dengan membawa setumpuk kertas.
.
.
.
“Kau yakin tidak akan
ikut? Ayolah Soo Jin, ikutlah.” Bujuk Sung Ri sambil bergelantung manja di
lengan Soo Jin.
“Entahlah, aku masih
bimbang. Mungkin nanti aku akan membicarakannya dengan orang tuaku.” Soo Jin
tersenyum tipis pada sahabatnya.
“ Soo Jin-ah..”
Baekhyun tiba-tiba datang ke meja kantin yang di tempati Soo Jin dan Sung Ri
sambil menggebrak meja. Gebrakan itu berhasil membuat yeoja cantik itu menatap
Baekhyun dan berdiri di sampingnya.
“Ya..kembalikan jasku
yang semalam kau..” belum selesai Baekhyun berbicara, telapak tangan Soo Jin
yang lembut segera membungkam mulut namja itu.
“Sung Ri-ah, aku harus
menyelesaikan urusanku dulu ne.” Soo Jin menarik Baekhyun sambil tetap
tangannya membungkam mulut Baekhyun. Sung Ri hanya bisa melihat mereka dengan
perasaan aneh.
.
.
.
“Ya!! Kau mau mati
eoh??” Soo Jin melepaskan bungkamannya pada Baekhyun. Baekhyun berusaha menarik
oksigen sebanyak-banyaknya dan ganti marah pada
Soo Jin.
“Yaa!! Kau yang ingin
mati!! Tanganmu itu bau sekali! Sudah, cepat kembalikan jasku!!” kata Baekhyun
sambil mengibas-ngibaskan tangannya merasa gerah. Soo Jin benar-benar bingung
dengan sifat namja ini. Sebentar-sebentar dia bisa bersikap romantis, setelah
itu kembali menjengkelkan.
Soo Jin dan Baekhyun
segera menuju kelas mereka yang sepi. Suasananya benar-benar pas, karena mereka
tidak ingin semua orang tau jika mereka dijodohkan. Soo Jin paling tidak suka
dengan gosip, oleh karena itu dia berusaha menghindari konflik sebisa mungkin.
“Palli berikan. Jika
ada yang melihat akan berbahaya untuk kita!” Baekhyun menghentakkan kakinya
seperti anak kecil.
“Keuge..Aahhh!!” Soo
Jin yang tiba-tiba menoleh pada Baekhyun tidak sengaja menginjak tali sepatunya
dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Baekhyun reflek menangkap Soo Jin yang
terjatuh ke belakang membuat mata mereka bertemu.
Deg..deg..deg.
Jantung mereka
sama-sama berdetak kencang. Tangan kanan Soo Jin berpegangan pada pundak
Baekhyun, sedangkan tangan kirinya berada di lengan Baekhyun. Begitupun tangan
Baekhyun yang berada di punggung Soo Jin. Mata mereka yang masih saling menatap satu dengan yang lain
membuat jantung mereka berpacu lebih cepat.
“Soo Jin-ah, neo…Omoo!!!”
pandangan mereka teralihkan ketika sahabat Soo Jin yang bernama Sung Ri
memergoki mereka yang sedang berduaan di kelas dengan posisi seperti itu. Itu
membuat Sung Ri membulatkan matanya.
TO BE CONTINUED…







