RSS

Hey Girl! I’m Yours! (Chapter 2)

Hey Girl! I’m Yours!
(Chapter 2)

Author : Xiu Yu Ri

Main Cast :
*     Park Soo Jin  (OC)
*     Byun Baekhyun

Other Cast :
*     Lee Sung Ri as Soo Jin Friend
*     Kim Jong Dae a.k.a Chen as Baekhyun Friend
*     Kim Joon Myun a.k.a Suho as Baekhyun Friend
*     Park Chanyeol as Soo Jin Oppa
*     Jee Yeon Hee as Soo Jin Eonni
*     Park Chan Seok as Soo Jin Appa
*     Park Lee Hi as Soo Jin Eomma
*     Byun Myong Sun as Baekhyun Appa
*     Byun Ri Min as Baekhyun Eomma
*     Byun Song Hyun as Baekhyun Hyung
*     Byun Ri Sun as Baekhyun Noona

Genre : Romance, Happy, Friendship, Comedy, School life

Ratting : PG+16

Length : Chapter

NB : Yaakk Bagus. Ini adalah fanfiction dimana Other Cast lebih meraja lela dari pada maincastnya sendiri. Asli, itu pemain apa duit bejibun gitu. Semua pemain adalah milik Allah semata dan lainnya kreasi author. Udah lah cekidot aja. But WARNING! FULL banget sama typo, gaje, dan absurd yang berterbangan kesana-kemari kaya kupu-kupu. Don’t Copy dan lainnya, karena saya yakin anda juga memiliki imajinasi sendiri! Thanksss!!

(Baekhyun POV)

“Chan Seok ah, dimana putrimu kecilmu?” appa bertanya pada paman.

“Yaa!! Putri kecilku sekarang sudah menjadi gadis mempesona. Bagaimana kalau kita jodohkan dengan anakmu?” sepertinya ini akan menjadi hal menarik. Evil smirku muncul dengan sendirinya.
 “Chaagi, turunlah, ada yang ingin bertemu” Lee Hi Ahjumma berteriak di bawah tangga.
Seorang gadis turun dari atas, tapi gadis itu terlihat lebih tua dariku. Pasti bukan dia, bahkan dia mungkin seumuran dengan Ri Sun noona. Di belakang yeoja itu ada seorang namja yang sangat tinggi. Bahkan lebih dari tingginya menara Eiffel *bang Baek lebay.
“Itu adalah Yonhee, istri dari putraku.” Terang Chanseok Ahjussi yang melihat kebingungan appa. Mungkin dia tau jika aku dan appa mengira itu adalah putri Ahjussi.
“Jinjjayeo? Aku tidak mengira jika kita terlalu lama tidak bertemu. Bahkan pernikahan putramu aku tidak tahu.” Sindir appa pada ahjussi.
“Hahaha, Myong Sun-ah. Asal kau tau, kau saja yang tidak datang di pernikahan putraku tahun lalu.” Ahjussi menyandarkan punggungnya pada sofa.
“Mungkin saat aku masih di Kanada. Aigo, setidaknya kau mengirim surat pada kami.” protes appa. Astaga, mereka benar-benar.
Mereka mulai bergabung dengan kami. Kami terfokus dengan pembicaraan ini sampai akhirnya aku mendengar hentakan sepatu yang lembut. Aku yakin jika putri Ahjussi sangat cantik. Dari suara cara dia berjalan, dia adalah sesosok orang yang lemah lembut. Mungkin wajahnya semanis Seohyun SNSD, atau secantik Yoona, bahkan mungkin setinggi Sooyoung.
“Ini putri kecilku Myongsun-ah. Bagaimana, dia sudah dewasa bukan. Hahaha” tawa Ahjussi
“Soo Jin-ah. Apa kau masih mengingatku? Saat kita bertemu kau masih setinggi pinggang. Sekarang lihatlah, kau bahkan lebih tinggi dariku. Hahaha” Appa ikut tertawa bersama Ahjussi.
Tunggu dulu, apa mereka bilang Soo Jin? Park Soo Jin? Tidak mungkin. Ini pasti kesalah pahaman, mungkin dia adalah orang yang berbeda. Pasti bukan dia. Ya aku yakin!
“Baekhyun ah, ini putri Ahjussi. Dia cantik bukan?” Appa melirik ke arahku. Seketika aku memandang gadis itu.
“Kaaau!!!!!! Untuk apa kau kesini hah???” teriak gadis itu.
“Kaa..ka..kau!! Soo Jin-ah” ternyata dugaanku benar. Dia ada Soo Jin, Park Soo Jin. Yeoja menyebalkan yang sehari-harinya hanya mencari masalah denganku. Astaga, diantara semua yeoja yang ada di Korea. Kenapa harus yeoja galak ini yang menjadi putri Chanseok Ahjussi, dan mereka ingin menjodohkan kami? Yang benar saja.

(Soo Jin POV)

“Kaaau!!!!!! Untuk apa kau kesini hah???” teriaku.
“Kaa..ka..kau!! Soo Jin-ah” namja menyebalkan itu terbata-bata menjawabku.
Aku tidak menyangka jika putra terkecil dari Myong Sun Ahjussi adalah Baekhyun. Tidak pernah terlintas sedikitpun di pikiranku bahwa itu dia. Kenapa harus Baekhyun disaat banyak sekali namja bermarga Byun di Negara ini. Namja yang benar-benar menjengkelkan.
“Chagi..apa menurutmu mereka cocok?” aku mendengar Chanyeol oppa berbisik pada Yeonhee eonni. Yeonhee eonni hanya tersenyum dan mengangguk sebagai tanda jika dia setuju dengan perkataan oppa.
“Baiklah, jika kalian sudah saling mengenal. Ini akan memudahkan kami untuk berbesan.” Appa tersenyum lebar. Jangan-jangan mereka ingin menjodohkanku?? Andwaaeee!!
“Appa, apa maksudnya berbesan?” perasaanku mulai tidak enak karena appa terus tersenyum dan tertawa bersama Myong Sun Ahjussi.
“Ah..geurae, kalian satu sekolah kan? Baekhyun bilang jika liburan sekolah kalian kali ini ke Bali.” Ri Min Ahjumma yang sedari tadi hanya tersenyum mulai membuka kembali pembicaraan yang sempat terhenti. Aku hanya membalasnya dengan senyuman.
“Keugae, sepertinya aku tidak ikut bibi. Aku ingin dirumah menjaga eomma karena appa dan oppa jarang dirumah.” Kataku jujur padanya. Eomma membelai rambut panjangku.
“Tidak usah khawatir Soo Jin-ah. Aku akan di rumah untuk menjaga eomma.” Yeonhee eonni berbisik padaku. Untuk sebentar, perbincangan kami berhenti karena bibi Hwang berkata jika makan malamnya sudah siap. Appa segera mengajak keluarga Byun untuk menuju tempat makan.
Mereka sepertinya merencanakan sesuatu. Tiba-tiba langkah mereka semua dipercepat ketika hampir sampai di meja makan. Benar dugaanku, mereka merencanakan sesuatu. Mereka hanya menyisakan dua kursi yang tempat duduknya bersebelahan.
“Eonni, bisakah aku duduk disitu?” tanyaku sambil menyunggingkan bibirku. Eonni menggelengkan kepalanya sebagai pertanda menolak permintaanku.
“Di sebelah Baekhyun masih ada kursi, duduklah disana.” Perintah eonni padaku. Aku mulai berjalan lemas menuju kursi di sebelah Baekhyun. Baekhyun yang sedari tadi menatapku tajam, kini mulai membuang pandangannya.

(Baekhyun POV)

“Di sebelah Baekhyun masih ada kursi, duduklah disana.” Perintah Yeonhee noona, aku mulai membuang pandanganku.
“Baiklah, silahkan.” Chan Seok ahjussi mulai mempersilahkan jamuan makan malam kepada kami. Aku mulai memasukkan makananku ke dalam mulutku. Ternyata masakan Lee Hi ahjumma benar-benar enak. Bahkan masakan eomma kalah dengan masakannya.
“Baekhyun-ah, kau menyukainya? Semua ini Soo Jin yang memasak.” Perkataan Lee Hi ahjumma sukses membuatku tersedak. Mataku membulat dengan sempurna karena itu. Aku langsung menoleh pada yeoja di sebelahku.
“Mwo?? Kau terkejut? Kau kira aku hanya bisa mengoceh saja?” Soo Jin menatapku sinis dan nada bicaranya sedatar ekspresinya. Dia kembali memasukkan nasi yang ada di mangkuknya ke dalam bibir kecil merahnya. Aku kembali memakannya dan tersenyum pada mereka.
.
.
.
Aku kira dia hanya bisa marah-marah saja. Setauku Soo Jin hanya yeoja pemarah dan manja. Aku tidak mengira jika dia pandai mengolah bahan makanan. Bahkan terlintas di pikiranku saja tidak pernah. Apa lagi yang bisa dilakukan yeoja ini?
“Yaa! Kau melamunkan apa eoh? Kau pasti berpikir yadong!” tuduh yeoja yang sedari tadi aku lamunkan.
“Sudahlah, aku tidak ingin mencari masalah denganmu! Untuk apa kau kesini?” aku mulai menghadap pada pemandangan kota Seoul dari balkon atas rumah Soo Jin.
Dia menyodorkan segelas minuman hangat padaku. Aku akui jika disini memang sedikit dingin, mungkin karena angin malamnya. Apalagi ini adalah musim semi. Soo Jin berdiri di sebelahku, aku bisa melihat bibirnya bergetar.
“Kau kedinginan? Bibirmu bergetar.” Aku melihat ke arahnya. Aku bahkan bisa melihat asap yang keluar dari bibirnya.
“Ani..aku tidak kedinginan.” Sangkalnya. Bahkan orang yang tak punya otak pun juga tau jika dia kedinginan. Dia terus menggosok-gosokkan tangannya pada lengannya. Hidungnya sudah mulai memerah. Aku menaruh gelas yang diberikan Soo Jin di atas meja yang terdapat di sampingku.
“Kk..kkau mau apa?” kata-katanya mulai terbata-bata ketika aku berjalan ke belakangnya, dan melepaskan jas hitamku yang sedari tadi menyelimuti tubuhku. Aku memakaikannya pada Soo Jin yang sudah berbalik menhadapku.
“Jangan berpikiran aneh. aku tidak akan macam-macam.” Kataku sambil memakaikan jasku padanya. Dia memalingkan pandangannya ketika mata kami saling bertemu. Dia bisa malu ternyata.

(Author POV)

Jantung Soo Jin berdegup dengan kencangnya ketika tiba-tiba Baekhyun berjalan ke belakangnya, dia pun berbalik menghadap Baekhyun yang sedang melepaskan jasnya. Baekhyun memakaikan jasnya pada tubuh kecil Soo Jin dan sukses membuat pipi Soo Jin memerah. Soo Jin segera mengalihkan pandangannya yang justru membuat Baekhyun memunculkan smirknya.
“Heyy kalian!! Lebih baik kalian masuk diluar dingin.” Oppa Soo Jin bernama Park Chanyeol memanggil Baekhyun dan Soo Jin. Mereka  pun mengikuti perintahnya dan masuk ke dalam.
“Baekhyun-ah kita sebaiknya segera pulang. Ini sudah terlampau malam.” Appa Baekhyun mengajaknya kembali ke rumah mereka.
“Ini jasmu.” Soo Jin hendak melepaskan jas Baekhyun yang tadi dikenakan.
“Kembalikan besok, bau badanmu pasti sudah menempel pada jasku. Kau harus segera mencucinya, ne.” Baekhyun tersenyum puas sambil berlari ke arah orang tuanya.
“Yaak!! Aissh!! Neo Jinjja!!” Soo Jin menggeram kesal karena godaan Baekhyun tadi. Tidak lama setelah itu, yeoja itu menyimpulkan sebuah senyum di bibirnya.
“Aku ingin memberitahu pada kalian. Segera konfirmasi ke ikut sertaan kalian dan izin dari orang tua. Aku akan membagikan selebaran ini, dan besok siang sudah harus ada di mejaku.” Han songsaengnim masuk dengan membawa setumpuk kertas.
.
.
.
“Kau yakin tidak akan ikut? Ayolah Soo Jin, ikutlah.” Bujuk Sung Ri sambil bergelantung manja di lengan Soo Jin.
“Entahlah, aku masih bimbang. Mungkin nanti aku akan membicarakannya dengan orang tuaku.” Soo Jin tersenyum tipis pada sahabatnya.
“ Soo Jin-ah..” Baekhyun tiba-tiba datang ke meja kantin yang di tempati Soo Jin dan Sung Ri sambil menggebrak meja. Gebrakan itu berhasil membuat yeoja cantik itu menatap Baekhyun dan berdiri di sampingnya.
“Ya..kembalikan jasku yang semalam kau..” belum selesai Baekhyun berbicara, telapak tangan Soo Jin yang lembut segera membungkam mulut namja itu.
“Sung Ri-ah, aku harus menyelesaikan urusanku dulu ne.” Soo Jin menarik Baekhyun sambil tetap tangannya membungkam mulut Baekhyun. Sung Ri hanya bisa melihat mereka dengan perasaan aneh.
.
.
.
“Ya!! Kau mau mati eoh??” Soo Jin melepaskan bungkamannya pada Baekhyun. Baekhyun berusaha menarik oksigen sebanyak-banyaknya dan ganti marah pada  Soo Jin.
“Yaa!! Kau yang ingin mati!! Tanganmu itu bau sekali! Sudah, cepat kembalikan jasku!!” kata Baekhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya merasa gerah. Soo Jin benar-benar bingung dengan sifat namja ini. Sebentar-sebentar dia bisa bersikap romantis, setelah itu kembali menjengkelkan.
Soo Jin dan Baekhyun segera menuju kelas mereka yang sepi. Suasananya benar-benar pas, karena mereka tidak ingin semua orang tau jika mereka dijodohkan. Soo Jin paling tidak suka dengan gosip, oleh karena itu dia berusaha menghindari konflik sebisa mungkin.
“Palli berikan. Jika ada yang melihat akan berbahaya untuk kita!” Baekhyun menghentakkan kakinya seperti anak kecil.
“Keuge..Aahhh!!” Soo Jin yang tiba-tiba menoleh pada Baekhyun tidak sengaja menginjak tali sepatunya dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Baekhyun reflek menangkap Soo Jin yang terjatuh ke belakang membuat mata mereka bertemu.
Deg..deg..deg.
Jantung mereka sama-sama berdetak kencang. Tangan kanan Soo Jin berpegangan pada pundak Baekhyun, sedangkan tangan kirinya berada di lengan Baekhyun. Begitupun tangan Baekhyun yang berada di punggung Soo Jin. Mata mereka yang  masih saling menatap satu dengan yang lain membuat jantung mereka berpacu lebih cepat.
“Soo Jin-ah, neo…Omoo!!!” pandangan mereka teralihkan ketika sahabat Soo Jin yang bernama Sung Ri memergoki mereka yang sedang berduaan di kelas dengan posisi seperti itu. Itu membuat Sung Ri membulatkan matanya.

TO BE CONTINUED…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar