When Our Love Came Suddenly
(chapter
3)
Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri
Main Cast :
Other Cast :
Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life,
Little Comedy
Length : Chapter
Rating : PG 16
“Sepertinya ada yang tengah
mengintip kita” ujar salah satu member EXO yang memiliki senyum jokernya, Chen.
Chanyeol menghentikan aktivitasnya dan menengok ke arah pintu dimana terdapat
dua yeoja berhimpitan mengintip mereka. Kai melangkah menuju arah pintu itu.
“ Apa yang kalian lakukakan?” Tanya Kai pada Lin Da dan Ayu. Ayu
membulatkan matanya ketika melihat namja
hitam sudah berdiri tepat dihadapannya. Ayu meneguk salivanya dengan
kasar.
“Ahh Aniya, 1…2…3!! Kabooorrrrrrr!!!!!!!!!!!!!”
(Chapter 3)
(Ayu POV)
“Chaakkamaan
eonni!! Hoshh!! Hossh!!” nafasku tersengal-sengal karena berlari bersama eonni.
“Jangan
berlari lagi! Lagipula kita sudah jauh dari ruang latihan mereka. Aku
benar-benar tidak kuat lagi berlari. Haah!!” rasanya benar-benar seperti lari
marathon.
Melihat
mereka di ruang latihan tadi. Aku benar-benar ingin sekali bergabung dengan
club itu. Di Negara kami, aku dan eonni memiliki club dance kami sendiri. Tapi
semenjak kami mengikuti program ini, kami tidak terlalu aktif lagi dalam club
itu. Sekali dua kali kami masih latihan bersama. Aku benar-benar merindukan
teman-temanku disana.
“Bukankah tadi kau bermain basket bersama
namja jangkung di ruang latihan itu?” tanyanya sambil melangkahkan kaki ke
arahku.
“Maksudmu
Chanyeol. Em, dia mengajariku bermain basket. Eonni, aku heran padanya. Baru
saja kita sekolah tadi pagi. Aku bahkan baru mengenalnya. Tapi kenapa sikapnya
bahkan seolah-olah mengenalku sejak lama. Dia yang aneh apa aku yang GR?” aku
mengatakan keherananku.
Menurutku
tidak wajar saja, aku bertemu dengannya kemarin malam dan tidak sengaja
menabraknya. Aku tahu namanya baru saja tadi pagi. Tapi saat di lapangan, dia
sudah berani menggodaku. Bukankah itu aneh?
“Apa
salahnya. Mungkin Chanyeol orang yang seperti itu, mudah akrab dengan orang
baru. Apa yang aneh?” Eonni melanjutkan langkahnya menuju ke tempat mobil yang
menjemput kami.
“Yaa!!
Eonni!! Chakkaman..kenapa kau meninggalkanku eoh?!” aku tersadar dari lamunanku
dan sudah melihat Lin Da melangkah begitu jauh.
.
.
.
(Author POV)
“Nugu?
Siapa yang mengintip?” Xiumin menurunkan kedua tangannya yang tadi digunakan
untuk menutup matanya.
“Anak
baru, hyung.” Jelas singkat dan padat dari Kai.
“Lin
Da yang mengintip? Kemana mereka?” Suho yang sedari tadi duduk, dengan segera
dia berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah pintu.
“Mereka
kabur. Padahal aku ingin sedikit bermain bersama mereka.” Evil Smirk khas Kai
muncul. Senyumannya membuat Chanyeol melirik tajam kearahnya.
“Yaa!!
Jangan bermain dengan mereka eoh!” Chanyeol menaikkan nada bicaranya.
“Santai
hyung. Waeyo? Kenapa kau jadi galak? Biasanya kau selalu mendukungku!” Kai bingung
dengan Chanyeol yang tiba-tiba memarahinya.
“Aissh!!
Dweitta!!” Chanyeol berjalan ke arah tasnya di sudut ruangan itu. Dia mengambil
tas dan gitarnya lalu segera berpamitan pada member EXO yang lain. Member
lainnya hanya memandang dia aneh. Tidak biasanya dia seperti itu.
“Hyungg!!!
Battle kita belum selesaaai!!!!!!” Kai berteriak kepada Chanyeol, namun si
jangkung itu hanya melambaikan tangannya tanpa berniat berbalik menatap Kai.
.
(Ceritanya di skip sampe pertengahan bulan.
Heuheu)
.
Hari
ini adalah minggu ketiga dimana kedua yeoja dari Indonesia itu bersekolah di
Korea. Walaupun belum genap sebulan, dua yeoja itu mengaku jika sudah hafal
benar jalan-jalan di Korea. Mereka meminta agar Shin Ri Ahjumma membiarkan
mereka menaiki bus untuk berangkat ke sekolah.
“Apa kalian yakin tidak mau diantar lagi?” suara
Shin Ri Ahjumma meminta keyakinan dari mereka.
“Ne.
Kami tidak ingin merepotkan. Lagipula, kami sudah lumayan banyak tau seluk
beluk kota Seoul ini. Jadi ahjumma tidak perlu khawatir.” Lin Da mencoba
meyakinkannya melewati panggilan itu.
“Geuraeyo?
Ah matta. Kalian sudah 3 minggu disini. Baiklah, jika kalian butuh sesuatu,
marhaebwa. Tidak usah takut.” Shin Ri Ahjumma mengizinkan mereka untuk berhenti
diantar jemput. Dalam sekejap, ponsel yang sedari tadi melekat di telinga Lin
Da, kini sudah diletakkan di atas meja.
“Assaa!!
Ahjumma mengizinkannya! Yehet~” bagus! Bahkan logat mereka beralih sedikit ke
korea-an. Lin Da mengikuti ucapan unik namja larva yang sering diucapkan.
“Eonni-ya!
Igo! Apa menurutmu tidak aneh?” Ayu menyipitkan matanya seperti hendak
memikirkan sesuatu. Sedetik kemudian cemilan yang sudah berada di tangannya,
langsung di kunyah dengan teramat sadis.
“Mwoga?”
Lin Da mendekatkan tubuhnya penasaran. Ayu membenarkan posisi duduknya.
“Igo!
Apa tidak aneh? kita seorang..ah..aniya..dua orang yeoja Indonesia, yang sedang
mengikuti program “tukar belajar”. Arra?” Ayu meminta keyakinan dari eonninya,
sementara Lin Da mengangguk tanda setuju.
“Naah!!!
Kuwi lhoo!!! Sing aku gak mudeng!!!” kali ini jawanya keluar. *author labil
dasar*
“Mwo??
Apa yang salah??” Lin Da mulai frustasi karena dongsaengnya yang terlalu
membulat-bulatkan pertanyaannya itu.
“Bukankah
aneh jika kita mendapat fasilitas yang di luar kewajaran? Maksudku.. apartement
bintang lima ini, antar jemput setiap hari, biaya sekolah yang sama sekali
tidak dipungut, bahkan setiap hari saldo tabungan kita bertambah eonni!! Kau
tidak merasa heran dengan semua itu?” Ayu mengeluarkan semua uneg-unegnya. Kali
ini ganti Lin Da yang menyipitkan matanya.
“Aku
bahkan tidak menyadarinya. Geunde, sepertinya kau benar. Aku kira ini terlalu
mewah untuk siswa yang bertukar pelajar. Bahkan dari awal kita mengikuti tes
saat itu, kita tidak pernah mengeluarkan biaya sedikit pun termasuk les bahasa
korea.” Lin Da memanyunkan bibirnya dan mengangguk-angguk kecil.
“Kau
tahu? Ponsel yang kita gunakan ini? Itu sama saja uang saku kita 2 tahun eonni!
Ini benar-benar aneh! apa kau tidak ingin tahu ada apa dengan ini semua? Huh?”
Ayu yang notabennya pandai memprovokasi, kini sudah mulai menghasut eonni
kesayangannya untuk mencari tahu alasan dibalik semua ini.
“Geure..kita
harus mencari tahu!”
.
.
.
(Lin Da
POV)
“Kalian
tidak diantar? Waeyo?” Kami berpapasan dengan Xiumin yang baru turun dari mobil
sport merahnya di depan pintu masuk sekolah. Dia adalah member EXO yang tertua.
Geundae, aku sempat mengira jika dia adalah yang termuda disana. Apalagi dengan
wajahnya yang mirip hamster, aku bisa menebak jika dia pasti punya banyak aegyo.
“Aniya.
Sekarang kami menggunakan bus Xiumin-sshi. Apa ada yang salah?” aku menaikkan
alis mataku bagian kiri.
“Ahh..aniya!!
kalau begitu, aku duluan ne? annyeong!! Sampai bertemu di kelas!” Namja
berwajah bulat itu berlari mendahului kami.
“Dia
sama sepertimu.” aku berbisik pada Ayu dan melanjutkan langkahku menuju kelas.
“Oh?
Kok iso?” logat Jawanya mulai keluar (lagi). Walaupun kami sudah hampir sebulan
bersekolah di Korea. Kami tidak akan pernah lupa dengan bahasa ibu kami, bahasa
Indonesia. Terkadang kami juga masih sering menggunakan bahasa Jawa kesayangan
kami. Ketika kami menggunakannya di kelas, semua orang akan memandang kami
dengan aneh dan aku sangat menyukainya karena aku bisa mengelabui mereka.
(Ayu POV)
Tidak
biasanya Chanyeol belum datang. Bahkan bel sepertinya sudah hampir berbunyi.
Tapi kenapa saat aku datang ke kelas, kursi di sebelahku masih kosong?
Sudahlah. Aku tidak perlu memikirkannya. Lebih baik aku belajar sebelum guru
datang.
Untuk
siswa dari luar negeri yang bersekolah disini. Bagiku cukup susah menelaah dan
mencerna buku-buku yang mereka berikan. Tidak jarang buku-buku yang diberikan
kepada kami untuk belajar, berisi tulisan hangul. Kadang aku juga meminta
Chanyeol untuk menjelaskan padaku apa artinya. Ketika aku memintanya, kalian
tau apa yang dilakukan? Dia mengejekku. Tidak jarang juga dia membohongiku.
Tok..tok..tok..
“Jwosonghamnida,
songsaengnim. Saya telat. Tadi saya..” Belum selesai Chanyeol berbicara,
songsaengnim menghukumnya untuk berdiri di luar. Dia tidak diperbolehkan masuk.
“Geunde,
songsaengnim..” Chanyeol masih memberontak. Setelah berdebat dengan
Songsaengnim, Chanyeol akhirnya pasrah dan menurut untuk berdiri di luar kelas.
Aku
senang melihatnya di hukum. Itu sekaligus hukuman karena dia sering menggodaku.
Haha, rasakan itu Park Chanyeol.
“Meerong!!”
kataku sambil menjulurkan lidahku ke arahnya. Dia mengepalkan tangannya dan
mengangkatnya di depan wajahnya seolah berkata “tunggulah pembalasanku!”
(Chanyeol POV)
“Meerong!!”
Ayu menjulurkan lidahnya ke arahku. Aissh!! Anak itu benar-benar menjengkelkan,
awas saja. Tunggu pembalasanku nanti. Akan ku buat kau tidak bisa berkutik di
hadapanku. Aku tersenyum evil memikirkan sebuah ide gila yang muncul tiba-tiba.
.
.
.
Akhirnya
pelajaran guru super killer itu sudah selesai. Aku bisa duduk sekarang. Kakiku
sudah tidak tahan berdiri dari tadi. Hampir 2 setengah jam aku berdiri. Aku
menunggu semua orang keluar dari kelasku, karena aku tau Ayu dan Lin Da akan
keluar belakangan. Ini saat pembalasanku padanya!
“Aigoo!!
Kakiku!!” aku tertatih-tatih masuk ke dalam kelas. Saat itu juga, dua yeoja
pindahan itu berada tepat di depanku.
“Chanyeol-sshi,
Neo gwaenchana?” yeoja berlesung pipi itu bertanya padaku.
“Semua
ini gara-gara temanmu itu.” Aku menunjuk pada yeoja berkacamata di sebelahnya.
“Naega?? Wae?? Aku bahkan tidak..”
“Molla!
Pokoknya ini salahmu. Kau harus bertanggung jawab” kataku sambil menunjukkan
kakiku ini.
“Arraseo,
arraseo. Lin Da-sshi, sepertinya kau harus ke kantin bersama kami. Temanmu ini
harus bertanggung jawab.” Kai tiba-tiba datang menghampiri kami dan merangkul
Lin Da.
“Ahh..ani..a..aku
bisa menunggunya disini. Gwaenchana.” Lin Da tampaknya terkejut dengan sikap
Kai yang tiba-tiba merangkulnya.
(Suho POV)
“Arraseo,
arraseo. Lin Da-sshi, sepertinya kau harus ke kantin bersama kami. Temanmu ini
harus bertanggung jawab.” Kai tiba-tiba datang menghampiri mereka dan merangkul
pundak Lin Da.
“Ahh..ani..a..aku
bisa menunggunya disini. Gwaenchana.” Lin Da menggeleng pada Kai. Apa-apaan
dia? Tidak seharusnya dia begitu dengannya.
“Aiisshh!!
Sudahlah. Kajja teman-teman, kita temani yeoja manis ini.” Sehun tiba-tiba
menggandeng tangan kanan Lin Da.
Mwoo,
dia menggandengnya?? Ya!! Aisshh Jinjja. Benar-benar menjengkelkan. Awas kalian
berdua. Akan ku bunuh kalian!
“Yaa!!
Eodigaa!! Ah Kajjiga!!” aku berlari ke arah mereka. Member lain menyusul kami
di belakang.
“Mereka
mau mati? Eoh? Astaga!! Bahkan tangan mereka berdua berani-beraninya menyentuh
Lin Da!! Aisshh!!!!” aku menggerutu tak jelas ketingga melihat tangan kai
merangkup pundak linda, sementara sehun menggandengnya dengan mesra. Bahkan tak
jarang mereka bergelayut manja padanya.
“Kau
menyukainya hyung? Aku lihat kau tidak menyukai jika Sehun dan Kai dekat dengan
yeoja Indonesia itu.” Chen merangkulku tiba-tiba.
Apa
dia bilang? Menyukai yeoja itu? ah! Cheoldae andwae!!!! Geundae..
“Benar
kan kau menyukainya. Kau bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan Chen. Hahaha.
Sudahlah hyung! Rebut dia!” dasar bocah ini benar-benar tukang provokasi.
Ahh!!! Ada apa denganku?? Kenapa aku tidak menyukai jika Sehun dan Kai terlalu
dekat dengan dia! Ah molla!! Yang penting aku harus menjauhkan mereka!
“Hei!!
Lepaskan itu semua. Kalian membuatnya tidak nyaman.” Aku menarik tangan Sehun
dan Kai dari rangkulan dan genggaman mereka.
Aku
melihat Lin Da tersenyum lega mendengar ucapanku. Senyumannya benar-benar manis
apalagi ditambah dengan lesung di kedua pipinya. Aku sampai tidak sadar jika
aku juga ikut tersenyum bersamanya. Yeoja itu benar-benar membuatku terpukau.
Aku segera menarik tangannya dan mengajaknya untuk berjalan beriringan
denganku.
“Hyung!!
Kau melarang kami menggandengnya. Tapi kenapa kau sendiri melakukannya?” Sehun
tampak protes dengan tingkahku.
“She’s
mine!!” kataku sambil menoleh kebelakang.
(Lin Da POV)
“She’s
mine!!” Suho berkata pada Sehun sambil mengeratkan genggaman tangannya padaku.
Deg..deg..deg..
Seketika
darahku berdesir mendengar apa yang dikatakan Suho pada Sehun. Aku mulai
merasakan dingin disekujur tubuhku. Jantungku berdetak tak karuan. Apa yang dia
katakan serius? Aku miliknya? Bagaimana bisa?
“Suho-sshi.
A..a.appa yang kau katakan? bagaimana bisa..” belum selesai aku berbicara,
bibirnya yang kissable mengukir sebuah senyum manis. Daebak! Dia benar-benar
seperti malaikat. Senyumnya sangat menawaan!!
“Sudah
tidak usah dipikirkan.” Katanya seraya menarikku. Sekilas aku melihat Kai dan
Sehun berserta semua member EXO tersenyum.
.
Kami menjadi pusat perhatian sepanjang koridor sekolah. Bagaimana tidak? Suho
tidak melepaskan genggamannya dari tanganku. Astaga dia benar-benar ingin
membuat jantungku lepas.
“Suho-sshi.
Bukankah sebaiknya kita tidak bergandengan seperti ini? Yeoja-yeoja itu
terlihat seperti ingin membunuhku.” Kataku berbisik pada Suho.
“Jinjja,
maafkan aku. Tapi aku nyaman seperti ini. Izinkan aku menggenggam tanganmu
sampai di kantin, ne? jebbal. Jangan panggil aku Suho-sshi. Kau terlalu formal
padaku.” Jelas Suho. Dia meminta izin untuk menggenggam tanganku sampai kantin.
Kantin masih jauh, dan sepanjang jalan kesana dipenuhi dengan yeoja-yeoja yang
tergila-gila pada EXO. Tamatlah riwayatku.
.
.
.
(Ayu POV)
“Yaa!!
Apa maksudmu? Kenapa harus aku yang bertanggung jawab? Apa yang aku lakukan.
Bahkan kau telat bukan kesalahanku!” tanyaku beruntun pada Chanyeol setelah
hanya ada kami berdua di kelas ini.
“Memang
bukan kau yang menyebabkan aku telat. Ini sebagai hukuman karena kau tadi
menjulurkan lidahmu. Sekarang bantu aku berjalan kesana!” Chanyeol menunjuk
tempat duduk kami. Aigoo, dia benar-benar menjengkelkan.
“Shireo!!
Kakimu masih utuhkan? Berjalan sendiri sana! Aku ingin menyusul eonniku!” aku
berjalan bermaksud pergi darinya. Tapi langkahku terhenti ketika sebuah telapak
tangan memegang tanganku dan menarikku secara kasar.
“Kau
harus bertanggung jawab!” Jarak wajah kami hanya sejauh 15 cm.
Deg..Deg..Deg..
Suara
detak jantungku bahkan terdengar sangat kencang. Aku yakin jika sekarang
wajahku sudah berubah menjadi merah. Chanyeol benar-benar ingin mati.
“Shireo!!!
Lepaskan!!” tolakku sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya.
“Kau
harus menurut! Atau jika tidak, aku akan..” Chanyeol melangkahkan kakinya dan
membuatku harus melangkah ke belakang.
Dia
terus melangkahkan kakinya sampai akhirnya punggungku mengenai tembok kelas di
belakangku. Tangan besarnya diletakkan di samping kepalaku. Dia mendekatkan
wajahnya. Eotteoke?? Apa yang akan dia lakukan?? Dia tidak warass!!
EEONNNIII!!!!!
“Atau
jika tidak, aku akan membuat jantungmu itu berhenti karena ciumanku.” Dia sukses
membulatkan mataku seutuhnya. Bahkan mungkin aku terlihat seperti D.O-sshi. Chanyeol
mendekatkan wajahnya ke arahku.
“A..aa..araseoo..ne..ne..ne..aku
akan bertanggung jawab” aku terpaksa mengatakannya karena wajahnya hanya sejauh
5 cm dari wajahku. Sesekali aku menelan ludahku kasar. Aku melihat senyum
Chanyeol yang penuh dengan kemenangan. Dia melingkarkan tangannya di pundakku lalu
menarikku agar dekat dengan tubuhnya dan menyuruhku membantunya berjalan ke
tempat duduk kami. *bang yeol modusnya!!
“Chakkamanyeo!!
Kakimu tidak apa-apa kan. Bukankah kau berjalan dengan normal tadi?” bantahku
padanya. Chanyeol melirikku dan mendekatkan wajahnya padaku lagi. Namja ini
benar-benar menyebalkan!!!
“Aa..arra..arra..Hajimaa!!!!
kau membuatku risih!!! Hajimalago!!” kataku sambil melanjutkan memapah badan
jangkungnya yang berat. Ini akan menjadi hari yang melelahkan untukku.
“Ya!!
Bawa kemari ponselmu!!” Apa-apaan namja ini? Bahkan setelah aku memapah tubuh
beratnya. Dia memaksaku memberikan ponselku.
“Mwoya?
Shirrrrrreo!!” aku berniat untuk berlari kali ini. Tapi, tangan Chanyeol dengan
cepat menarikku dan akhirnya wajah kami kembali bertemu dengan jarak yang
sangat dekat.
“Kau
yakin menolakku?? Aku pastikan bibirmu kali ini tidak akan selamat agasshi.”
Chanyeol mengancamku sambil memberikan evil smirknya.
Jinjja!!
Jika saja dia bukan seorang namja dengan tinggi 185 cm dan telapak tangan lebar
serta seseorang yang bertenaga setara dengan 15 orang yeoja, aku sudah
mencekiknya dari tadi! dan dengan sangat sangat sangat terpaksa, aku mengambil
ponselku yang aku taruh di sakuku. Sebelum aku memberikannya, dia sudah merebut
paksa barang itu dari tanganku.
“Apa
yang ingin kau lakukan tuan Park? Kau tidak mungkin mengambil handphoneku kan?”
Tanya ku sambil melipat tanganku di depan tubuh.
“Itu
ide yang bagus. Tapi tidak untuk sekarang.” Jari-jemari Chanyeol yang panjang
itu sedang menekan nomor telepon seseorang. Tidak lama setelah itu, ponsel
Chanyeol yang diletakkan di atas meja berdering.
“Ini
nomor teleponku. Jika aku menelpon atau mengirim pesan padamu. Kau harus
membalasnya atau jika tidak bibir kecilmu itu menjadi milikku.” Chanyeol
memberikan kembali ponselku.
“Yaa!!
Ancaman macam apa itu?? Dasar pervert!” tanyaku protes. Dia hanya menjawab
dengan Smirknya. Astaga! Belum satu bulan aku mengenal namja ini. Dia
benar-benar gila.
(Author POV)
“Hari
ini adalah pemilihan ekstrakurikuler yang akan kalian ikuti. Berhubung disini
ada siswa baru, maka aku akan menjelaskan lagi tata caranya. Kalian
diperbolehkan mengambil 3 ekstra sekaligus atau bahkan lebih, namun selama
kalian bisa mengatur waktu kalian. Ara? Kalian bisa melihat daftar ekstranya di
lampiran kertas yang sudah saya bagikan.” Jelas Ahn songsaengnim pada Siswa
kelas yang diampunya.
“Eonni
kau memilih apa eoh? Aku ingin masuk ekskul dance. Aku benar-benar
merindukannya.” Kata Ayu seraya menoleh kebelakang dan menatap eonninya.
“Mollayeo.
Tapi sepertinya idemu bagus juga, baiklah aku akan ikut.” Lin Da tersenyum
sumringah.
“Kalian
ingin masuk kesana? Aku dengar seleksi mereka cukup ketat lho!” Chanyeol
bertanya pada Ayu.
“Jinjja??
Tak apa. Aku menyukainya.” Jawab Ayu sambil membetulkan posisi duduknya
menghadapkan ke depan.
“Kau
menyukainya, atau karena aku ada disana?” Chanyeol merapatkan tempat duduknya
dengan Ayu.
“Mm..mmwo??
Aa..annii..ten..tenntu saja. Karena aku menyukai dance. Apa yang kau pikirkan?”
jawabnya terbata-bata. Chanyeol tersenyum karena berhasil membuat pipi yeoja di
sampingnya itu memerah.
Dia
tidak sadar jika apa yang dilakukan mungkin akan membahayakan yeoja itu. Banyak
pasang mata yeoja-yeoja di kelasnya yang memperhatikan sikap mereka berdua.
Tidak jarang yeoja-yeoja itu berbisik di belakang mereka. Begitupun dengan
sekarang.
.
.
.
“Gadis
baru itu benar-benar harus diberi pelajaran. Berani-beraninya mereka menggoda
EXO.” Kata gadis berambut panjang. Namanya Shin Yunra. Dia adalah ketua dari
fans club EXO di sekolahnya sekaligus mantan pacar dari Park Chanyeol. Ada
banyak alasan yang membuat mereka harus memutuskan hubungan mereka.
Pertama,
Yunra terlalu over protective terhadap Chanyeol. Kedua, Chanyeol mengetahui
bahwa dia hanya memanfaatkan ketenaran Chanyeol. Ketiga, sikap Yunra yang
terlalu kekanan-kanakan bahkan membuat Chanyeol harus mau menuruti semua
permintaanya. Yunra benar-benar membuat Chanyeol muak delan kelakuannya. Masih
banyak lagi alasan yang mendukung putusnya pasangan kekasih itu. Berkali-kali
Yunra merengek meminta pada Chanyeol agar hubungan mereka kembali seperti dulu.
Namun kalian pasti tau apa jawaban uri Chanyeol bukan?
“Benar.
Mereka menjijikkan! Apalagi yeoja berkacamata itu. Kau tidak melihat bagaimana
dia menggoda uri Chanyeollie? Aku geram dibuatnya!” titah gadis di sampingnya
yang sedang membenarkan dandanannya.
“Uri
Chanyeollie?? Yaa!! Dia bukan milik kalian. Chanyeol adalah milikku. Tidak ada
yang boleh memilikinya selain aku! Araseo??!?!?!? Kita tunggu sepulang sekolah
nanti. Kita beri pelajaran pada gadis itu!” kata Yunra sambil mengepalkan
tangannya.
TO BE
CONTINUED…







0 komentar:
Posting Komentar