Hey Girl! I’m Yours!
Author : Xiu Yu Ri
Main Cast :
- Park
Soo Jin (OC)
- Byun
Baekhyun
Other Cast :
Genre : Romance, Happy, Friendship
Lenght : Chapter
Ratting : PG-16
Length : Chapther
NB : Yaakk Bagus. Ini adalah fanfiction dimana Other
Cast lebih meraja lela dari pada maincastnya sendiri. Asli, itu pemain apa duit
bejibun gitu. Kelihatan kan absurnya. Disini semua pemain adalah milik Allah
semata dan lainnya kreasi author. Musti tau kan mana yang milik Allah, nggak
usah di kasih tau kan ya?. Udah lah cekidot aja. But WARNING! FULL banget sama
typo, gaje, dan absurd yang berterbangan kesana-kemari kaya kupu-kupu. Don’t
Copy dan lainnya, karena saya yakin anda juga memiliki imajinasi sendiri!
Thanksss!!
(Author POV)
“Mwoo???
Ke Balii???” Soo Jin terkejut dengan pengumuman yang diberikan Han Songsaenim.
Tempat yang belum pernah Soo Jin bayangkan.
Setiap tahun, siswa siswi dari Yongsan
International School selalu memilih Jepang atau China untuk tujuan study tour
mereka. Tapi Bali, tempat yang tidak pernah sekalipun terpikirkan oleh mereka.
“Bukankah
Bali..??Huwaah, daebak..!!sepertinya aku harus meminta uang saku tambahan!”
kata Baekhyun dengan smirknya yang khas. Soo Jin hanya tersenyum kecut padanya.
Ya, Soo Jin dan Baekhyun. Ada saja hal-hal yang membuat mereka bertengkar.
Seperti
kucing dan tikus, itulah Baekhyun dan Soojin. Akur merupakan kalimat yang
benar-benar sangat mustahil di kehidupan mereka berdua. Tapi mungkin, Bali akan
menjadi saksi bisu dimana kucing dan tikus ini bisa merubah benci menjadi
cinta.
“Han
songsaenim. Kenapa study tour kita kali ini ke Bali? Bukankah sekolah kita selalu
memilih Jepang dan China sebagai tujuan?” Soo Jin bertanya seolah-olah Bali
sangat-sangat tidak mungkin menjadi tujuan touring mereka.
“Wae?
Bukankah seharusnya kalian senang? Tidak setiap tahun sekolah kita bisa touring
lebih jauh dari China Jepang. Tabungan kalian yang sudah dilaksanakan semenjak
awal masuk sekolah ini. Sudah lebih dari cukup untuk bertolak ke Indonesia.
kalian tidak usah khawatir.” Ujar Han
songsaenim bingung.
Jawaban
yang diberikan Han Songsaenim tidak cukup membuat Soo Jin lega. Pasalnya,
ibunya sedang sakit di rumah. Sementara di rumah sebesar itu hanya ada Soo Jin,
Soo Jin Eomma, dan seorang pembantu rumah tangga yang sudah agak tua. Appa Soo
Jin pergi ke Amerika untuk menyelesaikan urusan kantornya. Oppa dan eonni Soo
Jin bertolak ke Perancis untuk membantu mengelola perusaahan ayahnya. Soo Jin
tidak mengetahui kapan mereka di rumah.
“Ne,
songsaengnim. Kamsahamnida.” Soo Jin tertunduk.
(Soo
Jin POV)
Pergi
ke Bali sepertinya terlalu mustahil untuk dilakukan. Aku tidak bisa meninggalkan
eomma sendiri di rumah. Tapi aku benar-benar ingin ikut, apalagi Bali adalah
tempat yang sangat-sangat menakjubkan. Dari apa yang aku dengar tentang Bali
dari Chanyeol oppa, aku sudah bisa membayangkan betapa indahnya pulau Bali itu.
Bahkan dia berkata jika Bali nyaris seperti surga.
“waeyeo
Soo Jin ah? Kenapa kau terlihat murung?” Sung Ri menepuk pundakku membuatku
terkejut.
“Sung
Ri ah, sepetinya aku tidak bisa ikut kesana. Keadaan eomma sekarang masih
mengkhawatirkan. Aku takut meninggalkannya sendiri di rumah.” Kataku mulai
memelas.
“waeyeo??
Ya!! Jangan seperti itu!! Bukankah di rumahmu ada bibi Hwang? Kenapa kau masih
khawatir. Apa kau tidak sayang dengan uangmu yang sudah kau gunakan untuk
membayar ini. Aku dengar sekolah tidak akan mengembalikan uangnya walaupun kamu
tidak ikut sekalipun. Soo Jin, kau selalu bekerja hingga larut malam agar bisa
pergi dengan uangmu sendiri. Jebbal, coba pikirkan lagi.
“Yaa,
Sung Ri ah! Pelankan suaramu sedikit. Orang lain akan dengar nanti. Sepertinya
aku benar-benar tidak bisa ikut. Mianhae Sung Ri ah.” Ujarku menyesal.
(Baekhyun
POV)
“Yaa,
Sung Ri ah! Pelankan suaramu sedikit. Orang lain akan dengar nanti. Sepertinya
aku benar-benar tidak bisa ikut. Mianhae Sung Ri ah.” Kata Soo Jin sambil
menarik tangan temannya.
Aku
mendengar semua perkataan mereka, apalagi dengan suasana perpustakaan yang
hening ini. Percakapan mereka bisa aku dengar dengan baik. Tapi, kasihan juga
anak itu. Terkadang Soo Jin mempunyai sisi baik. Dia manis, lucu, pekerja
keras, dan.
“Aisssh!!
Apa yang aku pikirkan! Dia hanyalah yeoja manja dan pemarah. Apa yang baik
darinya.” Aku menutup buku yang kubaca.
“Ohh,
Baekhyun-ah!!! Sejak kapan kau disana? Kau mendengarkan pembicaraan kami eoh?”
selidik Soo Jin
“Yaa!!
Apa ini perpustakaan milikmu, ha? A..aku sedang mencari buku untuk ku baca. Jangan
besar kepala. Dasar yeoja pemarah!! Jika kalian kesini hanya untuk bergosip,
cepat menyingkir! Kalian hanya memperkeruh suasana disini!” jujur sekarang aku
gugup karena ketahuan menguping pembicaraan mereka. Eotteokhae? Mati aku jika
sampai mereka tau apa yang aku lakukan.
“Aissshh..Jinjja!!
memangnya ini juga perpustakaanmu? Kau juga hanya membuat berisik disini,
ara!!” Soo Jin berteriak kesal.
“Yaa
yaa..kau mau mati eoh??” teriakku kesal. Jeongmal, yeoja ini benar-benar menyebalkan.
“Yaak!!
Geumanhae!! Ini perpustakaan!! Kalau kalian ingin bertengkar, pergi sana
keluar!!!” teriak penjaga perpustakaan itu.
“Jwosonghamnida..jwosonghamnida”
Sung Ri tertunduk malu melihat kelakuan kami. Tangan Soo Jin ditariknya keluar
perpustakaan. Mata bulat Soo Jin masih melirik tajam ke arahku.
“Dasar
yeoja idiot!” rutukku kesal.
(Author
POV)
“Aku
pulang!! Eomma, eodigaseyeo!!” Soo Jin mencari eommanya.
“Soo
Jin ah, kau sudah pulang. Yeogi, eomma ada di dapur bersama bibi.” Jawab Soo
Jin eomma.
“Eomma,
apa yang sedang kau buat. Baunya benar-benar enak. Tapi kenapa kau memasak
sebanyak ini? Apa akan ada tamu yang datang?” Soo Jin memeluk eommanya dari
belakang.
“Ye,
besok adalah peringatan meninggalnya kakek. Apa kau lupa? Appa, Chanyeol oppa
dan istrinya akan pulang dan sampai di Korea nanti malam. Kau bantu eomma
menyiapkan ini ya. Besok juga ada tamu yang datang. Mereka teman Appa dan eomma
sejak SMA.” Ujar eomma meneruskan masaknya.
“Jinjja?
Mereka pulang? Aku pikir appa dan oppa masih beberapa bulan lagi ke korea. Ne
eomma. Eomma juga jangan sampai kelelahan ne, eomma masih harus banyak-banyak
beristirahat. Kalau begitu aku akan ganti baju dulu. Anyeong eomma.” Soo Jin
berlari ke kamarnya.
“Baekhyun
ah, yeogi. Appa dan eomma ingin berbicara denganmu.” Panggil appa Baekhyun.
“Ne,
appa. Memangnya ada apa? Appa mau mengajakku jalan-jalan?” Baekhyun tersenyum
ceria.
“Hahaha,
dasar anak ini. Baekhyun ah, besok Appa dan Eomma pergi ketempat teman SMA
kami. Besok adalah hari libur, jadi bagaimana jika kamu ikut. Mereka bilang,
mereka mempunyai seorang anak gadis yang seumuran denganmu. Eotteokae? Ikut?”
Appa Baekhyun terlihat sangat antusias menunggu jawaban anaknya.
“Wae?
Chakkaman. Eomma, apa itu benar?” Tanya Baekhyun selidik,
“Ne,
anak gadisnya sangat cantik, sopan, dan anggun. Eomma pernah melihatnya sekali
saat eomma berkunjung ke perusahaan keluarga Park.” Eomma meyakinkan Baekhyun.
“ohh,
okee!! Aku ikutt!!” Baekhyun terlihat sangat antusias dengan ajakan orang
tuanya, apalagi jika masalah gadis.
(Soo
Jin POV)
“Appaaa!!!!
Appaa, naa neoomu neoomuu bogosippeoyeoo!!” aku memeluk Appa yang baru tiba
dirumah.
“Jeongmal?
Hahaha!! Bagaimana kabarmu? Kau selalu semakin cantik Soo Jin ah. Appa juga
merindukanmu.” Kata appa sambil membalas pelukanku.
“Keurom,
anak siapa dulu. Ahhh..Chanyeol Oppaaa!!” Chanyeol oppa baru memasuki pintu
rumah bersama Yeonhee Eonni.
Menurutku
mereka pasangan yang sangat serasi. Saling melengkapi satu dengan yang lain.
Aku berharap bisa menemukan seorang namja seperti appa dan oppaku. Namja baik
yang selalu mengingat orang yang mereka sayang dimana pun mereka berada.
“Emm..Chagi, berikan itu pada Soo Jin.”
Chanyeol oppa menunjuk pada tas belanja berwarna pink. Yeonhee eonni
memberikannya padaku. Mereka berkata jika itu adalah hadiah ulang tahunku bulan
lalu. Mereka tidak bisa merayakan bersama kami karena mereka di Perancis.
“Oppa!!
Ini untukku?? Jinjaayeo?? Howwa..daebak!! johaaaa!! Neomu neomu johaa!!
Gumawoyeo oppaa eonni, jeongmal..” dress selutut berwarna putih berpadu dengan
warna ungu dan sepatu heels setinggi 6 cm dengan gemerlap glitter disetiap
sudut sepatu itu.
“Mianhae
Soo Jin ah. Oppa dan eonni tidak bisa merayakan ulang tahunmu. Kau menyukainya?
Eonni yang memilihkannya untukmu.” Chanyeol oppa mengusap rambut panjangku.
“Gwaenchana
oppa. Do’a darimu, eonni, eomma dan appa sudah cukup untuk hadiah ulang
tahunku. Bersama-sama dengan kalian sudah membuatku merasa sangat senang. Gumawo
eonni karena sudah membelikan baju ini. Bagaimana eonni tau kalau aku menyukai
warna ini?” senyumku mengembang.
“Keuromyeon..kau
adalah dongsaengku paling cantik dan paling aku sayang. Tentu saja aku tau apa
warna yang kamu suka.” Eonni tertawa anggun.
“Kalau
begitu, untuk pertemuan nanti malam. Soo Jin harus memakai dress ini.” Eomma
memegang pundakku dan tersenyum.
Oh
matta. Nanti malam ada pertemuan dengan teman orang tuaku. Eomma bilang jika
mereka mempunya 3 anak, anak pertamanya laki-laki dan sekarang memiliki
perusahaan di Australia. Yang kedua adalah anak perempuan, sekarang menjadi
designer sukses di Paris. Sedangkan yang terakhir adalah anak laki-laki.
Seumuran denganku mereka bilang.
“Otte?
Bagaimana hasil karyaku?” Aku memandang cermin di depanku. Aku melihat pantulan
bayangan yang ada disana. Aku benar-benar tidak percaya jika gadis manis di
kaca itu adalah aku.
“kau
terlihat sangat cantik Soo Jin ah.” Yeonhee eonni memujiku.
“Chaagi,
turunlah, ada yang ingin bertemu” Eomma memanggil kami. Aku masih mencari
sepatu yang diberikan Chanyeol oppa tadi siang. Yeonhee eonni bilang dia akan
turun dulu dan menyambut kedatangan merekea. Aku mengangguk sebagai jawaban.
“Aaahaa!!
Ketemuu!!” heels gemerlap itu siap menyambut kedatangan kakiku. Aku memandang
ke cermin lagi. Melihat dengan seksama gadis bermarga Park dengan tinggi 165 cm
yang tubuhnya terbalut dengan dress cantik pemberian oppa dan eonninya.
(Baekhyun
POV)
“Baekhyun
ah, berikan salam kepada Park Ahjussi.” Pinta appa kepadaku.
“Anyeonghaseyo
ahjussi, Nae ireum-eun Byun Baekhyun imnida.” Salam manisku disambut dengan
senyuman mereka.
“Byun
Baekhyun? Kau pemuda yang tampan. Mari kita mengobrol di dalam.” Park ahjussi
memujiku. Tentu saja, aku sudah terkenal dengan predikat tampan dibelakang
namaku.
“Chan
Seok ah, dimana putrimu kecilmu?” appa bertanya pada paman.
“Yaa!!
Putri kecilku sekarang sudah menjadi gadis mempesona. Bagaimana kalau kita
jodohkan dengan anakmu?” sepertinya ini akan menjadi hal menarik. Evil smirku
muncul dengan sendirinya. ..
TO
BE CONTINUED…
miaan chingguuuuuuuuuu..garing ya ceritanya..wkwkwk..maaf kalo kurang memuaskan..
thanks for reading. tunggu chapter selanjutnya ya







0 komentar:
Posting Komentar