RSS

Hey Girl! I’m Yours! (Chapter 1)

Hey Girl! I’m Yours!
(Chapter 1)

Author : Xiu Yu Ri

Main Cast :
                 -   Park Soo Jin  (OC)
        - Byun Baekhyun

Other Cast :
*     Lee Sung Ri as Soo Jin Friend
*     Oh Xiu Ri as Soo Jin Friend
*     Kim Jong Dae a.k.a Chen as Baekhyun Friend
*     Kim Joon Myun a.k.a Suho as Baekhyun Friend
*     Park Chanyeol as Soo Jin Oppa
*     Jee Yeon Hee as Soo Jin Eonni
*     Park Chan Seok as Soo Jin Appa
*     Park Lee Hi as Soo Jin Eomma
*     Byun Myong Sun as Baekhyun Appa
*     Byun Ri Min as Baekhyun Eomma
*     Byun Song Hyun as Baekhyun Hyung
*     Byun Ri Sun as Baekhyun Noona

Genre : Romance, Happy, Friendship

Lenght : Chapter

Ratting : PG-16

Length : Chapther

NB : Yaakk Bagus. Ini adalah fanfiction dimana Other Cast lebih meraja lela dari pada maincastnya sendiri. Asli, itu pemain apa duit bejibun gitu. Kelihatan kan absurnya. Disini semua pemain adalah milik Allah semata dan lainnya kreasi author. Musti tau kan mana yang milik Allah, nggak usah di kasih tau kan ya?. Udah lah cekidot aja. But WARNING! FULL banget sama typo, gaje, dan absurd yang berterbangan kesana-kemari kaya kupu-kupu. Don’t Copy dan lainnya, karena saya yakin anda juga memiliki imajinasi sendiri! Thanksss!!




 (Author POV)

“Mwoo??? Ke Balii???” Soo Jin terkejut dengan pengumuman yang diberikan Han Songsaenim. Tempat yang belum pernah Soo Jin bayangkan.

 Setiap tahun, siswa siswi dari Yongsan International School selalu memilih Jepang atau China untuk tujuan study tour mereka. Tapi Bali, tempat yang tidak pernah sekalipun terpikirkan oleh mereka.

“Bukankah Bali..??Huwaah, daebak..!!sepertinya aku harus meminta uang saku tambahan!” kata Baekhyun dengan smirknya yang khas. Soo Jin hanya tersenyum kecut padanya. Ya, Soo Jin dan Baekhyun. Ada saja hal-hal yang membuat mereka bertengkar.

Seperti kucing dan tikus, itulah Baekhyun dan Soojin. Akur merupakan kalimat yang benar-benar sangat mustahil di kehidupan mereka berdua. Tapi mungkin, Bali akan menjadi saksi bisu dimana kucing dan tikus ini bisa merubah benci menjadi cinta.

“Han songsaenim. Kenapa study tour kita kali ini ke Bali? Bukankah sekolah kita selalu memilih Jepang dan China sebagai tujuan?” Soo Jin bertanya seolah-olah Bali sangat-sangat tidak mungkin menjadi tujuan touring mereka.

“Wae? Bukankah seharusnya kalian senang? Tidak setiap tahun sekolah kita bisa touring lebih jauh dari China Jepang. Tabungan kalian yang sudah dilaksanakan semenjak awal masuk sekolah ini. Sudah lebih dari cukup untuk bertolak ke Indonesia. kalian tidak usah khawatir.”  Ujar Han songsaenim bingung.

Jawaban yang diberikan Han Songsaenim tidak cukup membuat Soo Jin lega. Pasalnya, ibunya sedang sakit di rumah. Sementara di rumah sebesar itu hanya ada Soo Jin, Soo Jin Eomma, dan seorang pembantu rumah tangga yang sudah agak tua. Appa Soo Jin pergi ke Amerika untuk menyelesaikan urusan kantornya. Oppa dan eonni Soo Jin bertolak ke Perancis untuk membantu mengelola perusaahan ayahnya. Soo Jin tidak mengetahui kapan mereka di rumah.

“Ne, songsaengnim. Kamsahamnida.” Soo Jin tertunduk.

(Soo Jin POV)

Pergi ke Bali sepertinya terlalu mustahil untuk dilakukan. Aku tidak bisa meninggalkan eomma sendiri di rumah. Tapi aku benar-benar ingin ikut, apalagi Bali adalah tempat yang sangat-sangat menakjubkan. Dari apa yang aku dengar tentang Bali dari Chanyeol oppa, aku sudah bisa membayangkan betapa indahnya pulau Bali itu. Bahkan dia berkata jika Bali nyaris seperti surga.

“waeyeo Soo Jin ah? Kenapa kau terlihat murung?” Sung Ri menepuk pundakku membuatku terkejut.

“Sung Ri ah, sepetinya aku tidak bisa ikut kesana. Keadaan eomma sekarang masih mengkhawatirkan. Aku takut meninggalkannya sendiri di rumah.” Kataku mulai memelas.

“waeyeo?? Ya!! Jangan seperti itu!! Bukankah di rumahmu ada bibi Hwang? Kenapa kau masih khawatir. Apa kau tidak sayang dengan uangmu yang sudah kau gunakan untuk membayar ini. Aku dengar sekolah tidak akan mengembalikan uangnya walaupun kamu tidak ikut sekalipun. Soo Jin, kau selalu bekerja hingga larut malam agar bisa pergi dengan uangmu sendiri. Jebbal, coba pikirkan lagi.

“Yaa, Sung Ri ah! Pelankan suaramu sedikit. Orang lain akan dengar nanti. Sepertinya aku benar-benar tidak bisa ikut. Mianhae Sung Ri ah.” Ujarku menyesal.

(Baekhyun POV)

“Yaa, Sung Ri ah! Pelankan suaramu sedikit. Orang lain akan dengar nanti. Sepertinya aku benar-benar tidak bisa ikut. Mianhae Sung Ri ah.” Kata Soo Jin sambil menarik tangan temannya.

Aku mendengar semua perkataan mereka, apalagi dengan suasana perpustakaan yang hening ini. Percakapan mereka bisa aku dengar dengan baik. Tapi, kasihan juga anak itu. Terkadang Soo Jin mempunyai sisi baik. Dia manis, lucu, pekerja keras, dan.

“Aisssh!! Apa yang aku pikirkan! Dia hanyalah yeoja manja dan pemarah. Apa yang baik darinya.” Aku menutup buku yang kubaca.

“Ohh, Baekhyun-ah!!! Sejak kapan kau disana? Kau mendengarkan pembicaraan kami eoh?” selidik Soo Jin

“Yaa!! Apa ini perpustakaan milikmu, ha? A..aku sedang mencari buku untuk ku baca. Jangan besar kepala. Dasar yeoja pemarah!! Jika kalian kesini hanya untuk bergosip, cepat menyingkir! Kalian hanya memperkeruh suasana disini!” jujur sekarang aku gugup karena ketahuan menguping pembicaraan mereka. Eotteokhae? Mati aku jika sampai mereka tau apa yang aku lakukan.

“Aissshh..Jinjja!! memangnya ini juga perpustakaanmu? Kau juga hanya membuat berisik disini, ara!!” Soo Jin berteriak kesal.

“Yaa yaa..kau mau mati eoh??” teriakku kesal. Jeongmal, yeoja ini benar-benar  menyebalkan.

“Yaak!! Geumanhae!! Ini perpustakaan!! Kalau kalian ingin bertengkar, pergi sana keluar!!!” teriak penjaga perpustakaan itu.

“Jwosonghamnida..jwosonghamnida” Sung Ri tertunduk malu melihat kelakuan kami. Tangan Soo Jin ditariknya keluar perpustakaan. Mata bulat Soo Jin masih melirik tajam ke arahku.

“Dasar yeoja idiot!” rutukku kesal.
 




(Author POV)

“Aku pulang!! Eomma, eodigaseyeo!!” Soo Jin mencari eommanya.

“Soo Jin ah, kau sudah pulang. Yeogi, eomma ada di dapur bersama bibi.” Jawab Soo Jin eomma.

“Eomma, apa yang sedang kau buat. Baunya benar-benar enak. Tapi kenapa kau memasak sebanyak ini? Apa akan ada tamu yang datang?” Soo Jin memeluk eommanya dari belakang.

“Ye, besok adalah peringatan meninggalnya kakek. Apa kau lupa? Appa, Chanyeol oppa dan istrinya akan pulang dan sampai di Korea nanti malam. Kau bantu eomma menyiapkan ini ya. Besok juga ada tamu yang datang. Mereka teman Appa dan eomma sejak SMA.” Ujar eomma meneruskan masaknya.

“Jinjja? Mereka pulang? Aku pikir appa dan oppa masih beberapa bulan lagi ke korea. Ne eomma. Eomma juga jangan sampai kelelahan ne, eomma masih harus banyak-banyak beristirahat. Kalau begitu aku akan ganti baju dulu. Anyeong eomma.” Soo Jin berlari ke kamarnya.


“Baekhyun ah, yeogi. Appa dan eomma ingin berbicara denganmu.” Panggil appa Baekhyun.

“Ne, appa. Memangnya ada apa? Appa mau mengajakku jalan-jalan?” Baekhyun tersenyum ceria.

“Hahaha, dasar anak ini. Baekhyun ah, besok Appa dan Eomma pergi ketempat teman SMA kami. Besok adalah hari libur, jadi bagaimana jika kamu ikut. Mereka bilang, mereka mempunyai seorang anak gadis yang seumuran denganmu. Eotteokae? Ikut?” Appa Baekhyun terlihat sangat antusias menunggu jawaban anaknya.

“Wae? Chakkaman. Eomma, apa itu benar?” Tanya Baekhyun selidik,

“Ne, anak gadisnya sangat cantik, sopan, dan anggun. Eomma pernah melihatnya sekali saat eomma berkunjung ke perusahaan keluarga Park.” Eomma meyakinkan Baekhyun.

“ohh, okee!! Aku ikutt!!” Baekhyun terlihat sangat antusias dengan ajakan orang tuanya, apalagi jika masalah gadis.






(Soo Jin POV)

“Appaaa!!!! Appaa, naa neoomu neoomuu bogosippeoyeoo!!” aku memeluk Appa yang baru tiba dirumah.

“Jeongmal? Hahaha!! Bagaimana kabarmu? Kau selalu semakin cantik Soo Jin ah. Appa juga merindukanmu.” Kata appa sambil membalas pelukanku.

“Keurom, anak siapa dulu. Ahhh..Chanyeol Oppaaa!!” Chanyeol oppa baru memasuki pintu rumah bersama Yeonhee Eonni.

Menurutku mereka pasangan yang sangat serasi. Saling melengkapi satu dengan yang lain. Aku berharap bisa menemukan seorang namja seperti appa dan oppaku. Namja baik yang selalu mengingat orang yang mereka sayang dimana pun mereka berada.

 “Emm..Chagi, berikan itu pada Soo Jin.” Chanyeol oppa menunjuk pada tas belanja berwarna pink. Yeonhee eonni memberikannya padaku. Mereka berkata jika itu adalah hadiah ulang tahunku bulan lalu. Mereka tidak bisa merayakan bersama kami karena mereka di Perancis.

“Oppa!! Ini untukku?? Jinjaayeo?? Howwa..daebak!! johaaaa!! Neomu neomu johaa!! Gumawoyeo oppaa eonni, jeongmal..” dress selutut berwarna putih berpadu dengan warna ungu dan sepatu heels setinggi 6 cm dengan gemerlap glitter disetiap sudut sepatu itu.

“Mianhae Soo Jin ah. Oppa dan eonni tidak bisa merayakan ulang tahunmu. Kau menyukainya? Eonni yang memilihkannya untukmu.” Chanyeol oppa mengusap rambut panjangku.
“Gwaenchana oppa. Do’a darimu, eonni, eomma dan appa sudah cukup untuk hadiah ulang tahunku. Bersama-sama dengan kalian sudah membuatku merasa sangat senang. Gumawo eonni karena sudah membelikan baju ini. Bagaimana eonni tau kalau aku menyukai warna ini?” senyumku mengembang.

“Keuromyeon..kau adalah dongsaengku paling cantik dan paling aku sayang. Tentu saja aku tau apa warna yang kamu suka.” Eonni tertawa anggun.

“Kalau begitu, untuk pertemuan nanti malam. Soo Jin harus memakai dress ini.” Eomma memegang pundakku dan tersenyum.

Oh matta. Nanti malam ada pertemuan dengan teman orang tuaku. Eomma bilang jika mereka mempunya 3 anak, anak pertamanya laki-laki dan sekarang memiliki perusahaan di Australia. Yang kedua adalah anak perempuan, sekarang menjadi designer sukses di Paris. Sedangkan yang terakhir adalah anak laki-laki. Seumuran denganku mereka bilang.





“Otte? Bagaimana hasil karyaku?” Aku memandang cermin di depanku. Aku melihat pantulan bayangan yang ada disana. Aku benar-benar tidak percaya jika gadis manis di kaca itu adalah aku.

“kau terlihat sangat cantik Soo Jin ah.” Yeonhee eonni memujiku.

“Chaagi, turunlah, ada yang ingin bertemu” Eomma memanggil kami. Aku masih mencari sepatu yang diberikan Chanyeol oppa tadi siang. Yeonhee eonni bilang dia akan turun dulu dan menyambut kedatangan merekea. Aku mengangguk sebagai jawaban.

“Aaahaa!! Ketemuu!!” heels gemerlap itu siap menyambut kedatangan kakiku. Aku memandang ke cermin lagi. Melihat dengan seksama gadis bermarga Park dengan tinggi 165 cm yang tubuhnya terbalut dengan dress cantik pemberian oppa dan eonninya.







(Baekhyun POV)

“Baekhyun ah, berikan salam kepada Park Ahjussi.” Pinta appa kepadaku.

“Anyeonghaseyo ahjussi, Nae ireum-eun Byun Baekhyun imnida.” Salam manisku disambut dengan senyuman mereka.

“Byun Baekhyun? Kau pemuda yang tampan. Mari kita mengobrol di dalam.” Park ahjussi memujiku. Tentu saja, aku sudah terkenal dengan predikat tampan dibelakang namaku.

“Chan Seok ah, dimana putrimu kecilmu?” appa bertanya pada paman.

“Yaa!! Putri kecilku sekarang sudah menjadi gadis mempesona. Bagaimana kalau kita jodohkan dengan anakmu?” sepertinya ini akan menjadi hal menarik. Evil smirku muncul dengan sendirinya. ..



TO BE CONTINUED…


miaan chingguuuuuuuuuu..garing ya ceritanya..wkwkwk..maaf kalo kurang memuaskan..
thanks for reading. tunggu chapter selanjutnya ya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar